Rasanya Saya Bisa Jadi Indonesian Idol


Inget jaman saya SMP . Saat itu ujian praktek vokal untuk kenaikan kelas, dan saya masih belum sadar bahwa suara saya udah berubah (karena akil balik).
Baru baris pertama menyanyikan “Indonesia Raya”, guru penguji udah senyum-senyum bahkan ada yang kelepasan ketawa.
Bisa Anda tebak selanjutnya? Saya ‘mogok’ nyanyi setelah itu. Padahal dari kecil, kabarnya saya selalu menyanyi “Aku seorang Kapiten” kalo ada acara ulang tahun. Ulang tahun siapapun.

Akhirnya, ’suara emas’ yang ada ngga pernah terlatih, dan saya pun jadi ngga bisa nyanyi. Sumbang. Fals. Kalo kata Trie Utami : “Kurang atau buruk dalam Pitch Control.”
Mau dipaksa bagaimanapun, saya anti nyanyi. Dari mulai acara karaoke bareng keluarga, tetangga, bahkan acara kantor pun terpaksa (maksudnya : dengan senang hati) saya hindari.

Sampai 3 tahun lalu.
3 tahun lalu, saya boyong keluarga ke Kuala Lumpur. Anak-anak udah besar (7 dan 3 taun), dan karena udah lama ngga pernah tinggal bareng (dulu saya di Jakarta, istri+anak-anak di Bandung), tiap malem anak-anak minta dikelonin.
Nah, kenangan ’suara emas’ pun muncul. Setiap tidur, anak-anak minta dinyanyikan lagu. Hahaha, awalnya bingung dan ngga pede, tapi pertama saya nyanyi, anak-anak malah cepet tidur. Akhirnya, hampir tiap malem, anak-anak minta dikelonin sambil dinyanyikan lagu.

Punya penggemar yang meminta saya menyanyi setiap malam, kalo ditambah banyak latihan (dan mungkin keberuntungan), rasanya saya bisa jadi Indonesian Idol. Apa suara saya akhirnya memang menjadi bagus? Hahaha, ngga sama sekali.
Jadi apa sebenernya yang terjadi? Yang terjadi adalah anak-anak itu bisa tidur karena mereka mengkondisikan otak dan pikiran mereka untuk bisa tidur kalo mendengar nyanyian saya.
Artinya apa? Artinya bahwa manusia hanya mendengar apa yang dia inginkan atau pikirkan. Buat anak-anak, suara nyanyian saya yang buruk diterima sebagai nyanyian nina bobo yang menyenangkan.

manusia hanya mendengar apa yang dia inginkan atau pikirkan

Bagaimana hal ini bisa tidak berguna atau berguna untuk Anda?
Hal ini bisa tidak berguna, kalo otak Anda dipenuhi asumsi/prasangka negatif, sehingga misalnya ada orang memberi saran yang baik/membangun, udah terpental duluan karena Anda udah mengkondisikan diri untuk menolaknya.
Sebaliknya bisa berguna, kalo misal Anda sadar bahwa Anda harus terbuka terhadap masukan dari luar, dan mengkondisikan diri untuk mengambil segala masukan baik positif atau negatif, dan merubahnya menjadi sesuatu yang lebih baik.

Jadi, hati-hati dalam mengkondisikan otak dan pikiran Anda. Baik atau buruk, happy atau susah, enjoy atau bosan, semuanya Anda yang mengatur.

What do you think?

Salam Insan Super!!!
Borrys Hasian

Iklan

Diterbitkan oleh

Borrys Hasian

UX Designer. Simplicity. Improving people's lives, one interface at a time.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s