Tersenyumlah Saat Menuju Ke WC


Kalo anda bekerja di kantor dengan jumlah orang sekitar 1000-an, ditambah tekanan kerja yang tinggi, kira-kira seberapa sering Anda tersenyum pada setiap orang? Kalo saya, hampir setiap saat mencoba untuk tersenyum. Alasannya? Karena saya mencoba memberi energi positif buat otak yang udah ‘pusing’ dengan kerjaan kantor. Kalo bertemu 100 orang aja, saya dapat tambahan energi positif 100 kali. Tapi ternyata, bukan energi positif aja yang saya dapat. Ada yang lain.

Suatu hari, saya rapat sampai jam 18.30, padahal untuk pulang, saya biasanya bergantung pada mobil shuttle dari kantor ke stasion kereta api, dan mobil shuttle terakhir berangkat jam 18.30.
Saya lari sekuatnya, melalui jalan potong, ke satu perempatan yang biasa dilewati mobil tersebut, tapi setelah menunggu 10 menit, ternyata mobil itu lebih cepat dari saya. Kemudian saya coba telfon tiga taxi langganan, tapi semuanya ngga berada di dekat kantor.

Akhirnya saya memutuskan jalan kaki. Sebelumnya saya pernah mencoba jalan, kira-kira 30 menit untuk sampai ke stasion kereta api. Hari itu panas, dan saya pakai lengan panjang yang menempel ketat ke lengan. Bisa anda bayangkan panasnya? Panas banget!

Setelah berjalan 10 menit dengan keringat yang mengucur deras, tiba-tiba ada yang memanggil “Borrys!”. Di seberang jalan ada mobil CRV terbaru berhenti, dan pengemudi berteriak : “Mau kemana? Saya antar kesana.”
Terus sayang saya lupa siapa nama orang itu, tapi ditengah terik matahari dengan keringat bercucuran, ditawari tumpangan ke stasion, saya seperti orang di padang pasir ditawari segelas air putih dingin.

Saya baru ingat namanya setelah sampai di stasion, tapi satu hal yang pasti saya ingat tentang orang itu : saya beberapa kali bertemu saat berjalan menuju WC, dan saya selalu tersenyum kepada orang tersebut.

“Setiap kali anda tersenyum dengan seseorang, itu adalah tindakan yang penuh kasih, hadiah untuk orang tersebut, dan sesuatu yang indah” – Mother Teresa –

Seringkali, kita berbuat sesuatu karena ada imbalan, dan seringkali kita enggan melakukan kebaikan kecil hanya karena kita ngga bisa melihat apa imbalannya untuk diri kita.
Kali ini, coba Anda berbuat satu kebaikan kecil tanpa memikirkan imbalan, seperti tersenyum bahkan saat jalan menuju WC, dan bisa jadi ada imbalan yang menunggu anda di satu waktu dan satu tempat.

Bagaimana menurut Anda?

Salam Insan Super!!!
Borrys Hasian

Iklan

Diterbitkan oleh

Borrys Hasian

UX Designer. Simplicity. Improving people's lives, one interface at a time.

15 tanggapan untuk “Tersenyumlah Saat Menuju Ke WC”

  1. Terima kasih, Pak Setiawan. Semoga tulisannya berguna 🙂
    Saya browse blog Anda, menarik bahwa Anda menulis ttg memori. Saya penggemar Tony Buzan, kalo Anda menggunakan teknik Tony Buzan juga, kapan-kapan kita share ya…

  2. Selamat Pagi Pak Hasan!
    Bagaimana kabarnya hari ini? Semoga selalu diberi kelancaran, kebahagiaan lahir batin. Tetap semangat mengejar mimpi dan menjalani aktivitas sehari-hari.
    Salam Insan Super!!!

  3. Halo Bung Tono!
    Terima kasih.
    Semoga Bung Tono selalu bisa tersenyum, walau sepanas apapun suasana hati dan lingkungan.
    Salam Insan Super!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s