Merokok Ngga Perlu Diharamkan


2 hari ini saya perhatiin, banyak banget ya status teman-teman di facebook yang berhubungan dengan Fatwa rokok haram.
Macem-macem pendapat, macem-macem dasar alasan, macem-macem bukti. Tapi saya selalu ingat perkataan kakek saya :

“Jika ada 10 orang berkumpul, maka akan ada 10 macam kebenaran.”

Saya ngga bisa kasih komen tentang para ulama yang memberi fatwa tersebut, karena ilmu agama saya pun ceteknya minta ampun, saya ngga tau satu persen pun dari bermilyard-milyard hal tentang agama. Ibarat anak TK yang memberi komen dan penilaian terhadap teori matematika yang dikemukakan oleh seorang Profesor Matematika.

Tapi, saya bisa mengatakan dengan yakin: rokok ngga perlu diharamkan oleh para ulama.

Anda ngga setuju? Anda setuju? Jangan buru-buru menilai baik/buruknya saya. Saya ngga mau berteori deh, cuman mau bagi cerita aja tentang tiga orang yang saya kenal : kakek saya, mbah saya (adik dari nenek), dan bapak mertua saya.

Kakek saya terkena stroke sekitar tahun 1980-an. Dan bisa ditebak, beliau adalah perokok berat. Strokenya dipicu oleh rokok, itu hasil analisa dokter ahli. Dan sepanjang umurnya sejak beliau terkena stroke sampai akhir hayatnya, beliau selalu berkata : “Jangan merokok, berbahaya untuk kesehatan.”

Mbah saya. Saat dinasihati oleh nenek saya untuk berhenti merokok, dia berkata “Merokok adalah kenikmatan yang paling murah.” Sampai akhirnya tahun 1990-an, beliau harus menjalani operasi yang memakan biaya sekitar 300 juta-an rupiah (sebelum krismon tahun 1998 loh!!!), karena ada penyumbatan pembuluh darah di jantung. Sebabnya? Ya rokok lagi. Dan bertolak belakang dengan kata-katanya dahulu yang mengatakan “Merokok adalah kenikmatan yang paling murah”, sekarang dia sering mengatakan “Merokok adalah hal berbahaya yang akibatnya mahal!”

Yang terakhir, tentang bapak mertua saya. Hmm, how I miss him so much. Jadi inget pertama meminta ijin untuk kencan dengan istri saya, dan bagaimana bapak mertua itu mendukung saya untuk menjadi menantunya. Kebahagiaan hidup seolah-olah terengut, saat mengetahui beliau terkena kanker. Dan sebabnya? Kembali ke rokok! Saya masih inget sedihnya kehilangan beliau, karena banyak suntikan semangat dan motivasi yang saya dapat dari beliau, saat pertama berkarir. Jadi membayangkan : “Apa beliau bakal masih hidup, seandainya bukan karena rokok?”

Setiap hari di Cina, 2000 orang berhenti merokok. Alasannya : karena meninggal.

Akhirnya, semua kembali kepada invidivu. Berjuta-juta kejadian bisa lewat didepan kita, dan masing-masing individu melihat kejadian tersebut dengan mata dan pikirannya masing-masing, serta mengambil kesimpulan dan pelajaran berdasarkan apa yang benar menurut dirinya sendiri.

Kalo menurut saya sendiri, rokok ngga perlu diharamkan oleh para ulama, karena rasanya pantas kalo rokok itu ‘diharamkan’ oleh setiap orang, melihat akibatnya jauh lebih buruk dari kenikmatan yang didapat.

Bagaimana menurut anda?

Salam Insan Super!!!
Borrys Hasian

Iklan

Diterbitkan oleh

Borrys Hasian

UX Designer. Simplicity. Improving people's lives, one interface at a time.

10 tanggapan untuk “Merokok Ngga Perlu Diharamkan”

  1. gpp, ngeroko aja, umur seh dan penyakit di tangan Tuhan. saia pribadi seh bukan peroko dan saia ga sm skali ga suka asap roko, suka jd pusing soalnya, tp kl ngerokonya jauh2 dr saia ya gpp.. cowo ngeroko keyen ko.. dan byk jg yang bukan peroko tp kena penyumbatan, kena kanker, kena stroke, kena paru2 dsb.. so easy ajalah..

  2. @michi riyu
    Salam kenal, Michi! Setuju dengan pendapatmu, bahkan hal kecil seperti daun yang jatuh, semuanya ada di tangan Tuhan. Hanya saya mau menambahkan, bahwa manusia diberi kemampuan memilih dan berusaha, untuk sakit ataupun untuk sehat.
    Ini menarik, banyak yang bukan perokok tapi kena penyumbatan, kanker, dan berbagai penyakit lainnya. Bisa dishare ngga Michi, apa aja 3 penyebab utamanya?
    Jadi kita semua bisa menghindari hal-hal yang buruk, supaya pada sehat dan bahagia lahir batin.

  3. duuuch ane masih merokok mudah2an bisa berhenti trus diindon masih banyak kang rokok yg keliling and lingkungan yang perokok gimana dung menghindarinya???

  4. @edihamien
    Mas Edih, kalo mau berhenti, harus bertahap, namanya juga udah kebiasaan. Misalnya : biasa merokok sehari 3 kali, coba selama seminggu diubah jadi sehari 1 kali. Kalo udah sehari 1 kali, coba diubah tiga hari 1 kali, dst…

    Lingkungan memang bisa mempengaruhi, tapi sejauh mana kita ‘memperbolehkan’ lingkungan mengambil keputusan untuk diri kita sendiri? Anda lah penentu keputusan, mana yang menurut anda baik/buruk untuk diri anda sendiri?

    Semoga niat baiknya bisa kesampaian, Mas.
    Salam Insan Super!!!

  5. Tidak ada seorangpun perokok yang tidak ingin berhenti… entah karena mengandung candu atau apalah namanya, yang pasti para perokok akan merasa ada sesuatu yang hilang. sesutu tersebut boleh dibilang lebih berharga dari apapun bagikan kehilangan kekasih yang sangat dicintai .
    Terlepas dari bahaya rokok pada fisik manusia, secara mental, perokok yang terpaksa hrs berhenti akan merasa sangat tersiksa, tidak bersemangat pada akhirnya produktivitasnya menurun jauh.. dampak tersebut boleh dibilang sebanding dengan bahaya secara fisik jika diamerokok.
    Akhirnya,
    untuk para penikmat rokok : silahkan memilih bahaya fisik atau mental…
    untuk yg tdk merokok : selamat ya, anda tdk hrs memilih
    untuk yg benci rokok : hidup jangan usil… urus aja diri sendiri, ga suka menjauh saja

    1. Hai Bang Iman,
      Pikiran saya sejalan dengan komentar anda, bahwa masing-masing manusia bebas memilih dan harus siap dengan konsekuensi dari apa yang dipilihnya.
      Semoga aja orang-orang yang memutuskan untuk berhenti merokok, bisa pulih mentalnya, sehingga produktivitas ngga menurun, dan akhirnya terhindar dari dua bahaya fisik dan mental tersebut.

      “Sooner or later, everyone stops smoking”

  6. ada yg bilang klo merokok itu terlihat gagah.. tapi sy sering melihat yg suka merokok selalu banci di peremptan.. kesimpulannya yg merokok banci..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s