Orang Gila Yang Memberi Nasihat

Salah satu hal yang menarik saat menggunakan kereta api, adalah kesempatan bertemu dengan berbagai macam orang. Berbagai ras dan suku bangsa, berbagai cara berpakaian, berbagai usia, berbagai sikap, bahkan sampai berbagai tingkat kewarasan.

Kewarasan? Iya. Kewarasan.

Gimana kita bisa bilang seseorang itu ngga waras (gila)? Kalo bingung, coba aja anda pergi ke jalan, dan temui orang gila, kemudian perhatikan ciri-ciri orang gila. Nah, kalo ada orang dengan ciri-ciri seperti itu, bisa dibilang ngga waras (gila).

Saya ngga perlu pergi ke jalan, karena beberapa kali bertemu di atas kereta, dengan si bapak tua, yang bisa saya kategorikan gila.
Bapak tua ini beberapa kali naek kereta pagi. Dan saya udah hafal kebiasaannya : dia bakal masuk ke kereta tanpa bersuara, mengambil posisi di pintu yang sebelah kanan, kemudian memegang tiang.

Dia terus tanpa suara, sampai kereta mulai berjalan. Begitu kereta berjalan, dia bakal berteriak keras-keras : “You think you’re an educated person, huh? But even you can’t wait to allow people to get off the train, then only you get in. Shame on you!” (Kamu pikir kamu orang berpendidikan, ya? Bahkan kamu ngga bisa menunggu untuk orang turun dulu dari kereta, baru kemudian kamu naik. Memalukan!)

Pertama kali, saya kira dia berbicara dengan saya, tapi saat saya menatap matanya, pandangan dia kosong, seperti berbicara dengan langit-langit.
Kemudian, dia bakal diem sejenak, trus bicara lagi : “Look at you, students, sleeping on the train. What would this country become? You should read books.” (Coba liat kamu, para pelajar, tidur diatas kereta. Mau jadi apa negara ini? Harusnya kamu membaca buku).

Saya perhatiin, memang kebanyakan orang yang duduk itu tidur, dan hanya sebagian yang bangun, apalagi sambil membaca buku. Dipikir-pikir, bener juga komentar si orang gila ini.

As a leader of the future, you should study hard, care about people…” (sebagai calon pemimpin masa depan, kamu harus belajar dengan keras, peduli dengan orang/masyarakat), si bapak tua itu berkata lagi dengan keras.

Terus terang saya agak takut berada di samping bapak tua itu, soalnya ciri-ciri orang gila-nya terlihat, dan ngga tau apa yang bakal dia perbuat kemudian, tapi saya penasaran dengan apa yang bakal dia katakan selanjutnya. Sayangnya sebelum dia berkata satu ‘petuah’ lagi, kereta udah sampai di tujuan.

Setelah turun dari train, di perjalanan ke kantor, saya coba inget-inget lagi perkataan si orang gila itu, dan mengambil intinya :

Pertama, masalah etika dan kesabaran, kalo mau naek train, ya sabar tunggu orang turun dulu, baru kemudian kita naek.

Kedua, tentang melakukan sesuatu yang berguna, menambah ilmu. Kalo ada waktu senggang seperti di train, coba baca buku/menambah pengetahuan. Tidur karena capek itu manusiawi, tapi kebanyakan orang hanya tidur karena ngga ada kerjaan lain.

Ketiga, tentang bagaimana seharusnya pemimpin, yaitu memiliki pengetahuan yang banyak dan ngga pernah merasa paling pandai sehingga ngga mau lagi belajar, dan yang paling penting : peduli dengan orang sekitar, orang yang dipimpin.

“Jangan melihat siapa yang berbicara, tapi lihatlah kebaikan yang dikatakannya.”

Jadi, kalo ada yang berkata sesuatu kepada anda, siapapun dia, siapapun, coba lihat dan perhatikan apa yang dikatakannya, bahkan orang gila pun bisa memberi nasihat yang penting untuk anda.

Bagaimana menurut anda?

Salam Insan Super!!!
Borrys Hasian

ps. Orang gila di Kuala Lumpur memang menggunakan bahasa Inggris 🙂

Iklan

Diterbitkan oleh

Borrys Hasian

UX Designer. Simplicity. Improving people's lives, one interface at a time.

8 tanggapan untuk “Orang Gila Yang Memberi Nasihat”

  1. Penjabaranmu gua akui bro ,gua angkat jempol, 4 4 nya.gk ada kata2 dech gua.tp Btw bro,gua masih ada bbrp hal yg bikin penasaran ttg orang gila itoe.sbnrnya dia orang mo pergi kmana yahh?trus punya kepentingan apa kok sampe orang gila naek kreta ,tiap hare lg.coba bro skali waktu loe ikutin sampe kmana dia,trus apa yg dia lakuin slanjutnya stlh turun kreta.hihihi,jangan2 dia orang teater,ato bos prusahaan gede yg pura2 jd orgil,ato pula dia seorang profesor yg lg mlakukan observasi boat penelitiannya.hhhmmmm,tp klo di pikir2 jadi buang2 waktu jg bro ya,ngikutin orang gila,bs bs kita jd ikut2an gila jg,hehehehh.pointnya bro, cari jawaban seberapa besar tingkat kesadaran si orang gila itoe shg bs berucap spt itoe.klo di liat,ternyata ada sisi yg bertolak blakang di dlm dirinya.

  2. @Ianners
    Ngga tau apa dia naek tiap pagi, ketemunya jarang-jarang.
    Pengennya sih nanya alasan dia naek kereta, tapi bingung ah cara bicara dengan orang gila, belum pernah belajar caranya 🙂
    Orang gila ngga identik dengan baju bolong-bolong, rambut gondrong, dan ngga mandi. Coba maen ke Rumah Sakit Jiwa, kebetulan Ibu psikolog, jadi dulu pernah maen ke RSJ, dan orang-orang gila itu tampak luarnya waras, tapi dalemnya gila.
    Katanya : “Jangan menilai buku dari sampulnya”. 🙂

  3. inspiring euy blog nya…
    btw, statement terakhir orang gila tadi…“As a leader of the future, you should study hard, care about people…” mungkin maksudnya buat kamu…sebagai future leader of Indonesia you should care about him… 😀

  4. @15496037
    Halo old pal!!!

    Hvn’t met for a long time 🙂 Tadinya belum ngeh bahwa nama itu adalah ‘Nim’, hehehe…

    Trims udah baca blognya dan bilang ini inspiring. Semoga bisa memberi efek positif ke kehidupanmu, dan juga orang sekitarmu.

    Bisa juga buat saya, tapi rasanya berat untuk jadi leader of Indonesia, bro. Untuk menjadi leader keluarga aja masih berjuang keras, supaya lebih baik dari hari ke hari.
    Semoga siapapun future leader of Indonesia, bisa nurutin nasihat orang gila itu 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s