Malu Bertanya Sesat Dijalan, Meskipun Anda Memiliki GPS


Rasanya udah bawaan manusia, ingin terlihat pintar dan ngga suka terlihat bodoh. Saya perhatikan sejak di sekolah dasar, SMP, SMA, perguruan tinggi, tempat kerja, dan kehidupan sehari-hari, jarang orang yang mau bertanya.
Bertanya ini identik dengan kebodohan. Yang bertanya dianggap bodoh. Tapi, apa yang ngga bertanya itu berarti pintar atau udah tau?

Misal di tempat kerja saya, suatu saat ada meeting divisi bulanan, kemudian si kepala divisi menjelaskan sesuatu, tentang A, kebanyakan orang bakal mengangguk-angguk seolah-olah mengerti, padahal setelah rapat, beberapa orang bakal kasak-kusuk : “Eh, apa sih maksudnya A itu?”

Ada juga kejadian lain, saat divisi saya melakukan kegiatan tahunan. Satu divisi dibagi menjadi beberapa kelompok yang terdiri dari 5 orang, dan setiap kelompok harus menjalankan beberapa tugas, mirip dengan acara ‘Amazing Race’ di TV. Titik finishnya sekitar 130km dari Kuala Lumpur, tempat baru, sehingga ngga ada satu orang pun yang tau bagaimana cara kesana.

Teman yang mengendarai mobil berkata dengan yakin bahwa perangkat GPS miliknya bisa diandalkan, ngga perlu bertanya pada orang. Kami pun percaya. Sampai akhirnya kami nyasar. Perangkat GPS mengatakan bahwa tempat yang kami cari hanya berjarak 10 meter dari posisi kami sekarang, tapi yang kami lihat hanyalah laut disebelah kiri dan kantor polisi disebelah kanan.

Akhirnya? Akhirnya kami sampai di titik finish dengan bertanya kepada penduduk lokal, tapi teman saya, si pemilik GPS, tetap sibuk mengutak-utik GPS nya, dan berkata “This is strange, I’ve never had this experience before using my GPS.” (Ini aneh, saya ngga pernah punya pengalaman seperti ini sebelumnya dengan GPS saya)

“Siapa yang bertanya, adalah seorang yang bodoh selama lima menit, tapi siapa yang ngga bertanya, bakal bodoh selamanya”-Peribahasa Cina Kuno-

Satu hal yang harus anda ingat : Ngga ada seorangpun yang tau segalanya.
Kekuatan dan kemampuan bertanya, adalah dasar dari kemajuan manusia, itu kata Indira Gandhi. Jadi, jangan malu bertanya, bahkan peralatan yang canggih seperti GPS pun bisa membuat anda tersesat.

Bagaimana menurut anda?

Salam Insan Super!!!
Borrys Hasian

ps.Jangan juga menganggap orang lain yang bertanya kepada anda adalah bodoh, jika demikian, anda udah lupa satu hal yang saya sebut diatas, bahwa ngga ada seorangpun yang tau segalanya. Apa anda tau segalanya?

Iklan

Diterbitkan oleh

Borrys Hasian

UX Designer. Simplicity. Improving people's lives, one interface at a time.

4 tanggapan untuk “Malu Bertanya Sesat Dijalan, Meskipun Anda Memiliki GPS”

  1. Yach bro,gps mah jangan diliatin ma di pencet2 doang,ditanyain jg napa?contohnya:”hey gps,sudah nyampe mana niech?”ato “gps,klo udah nyampe,bangunin gua yak!!”Hehehehe,peace broo.

  2. “Mau Serius Dikit…. ceritanya”

    Teknologi harus didukung oleh kemampuan si pengguna teknologi itu sendiri… pengetahuan dasar tentang alat atau device (dlm bahasa kerennya) itu sendiri tidaklah cukup, akan tetapi harus meninggkatkan penggunaan fitur yang melekat pada alat tersebut.

    Dilain pihak sarana pendukung lainnya juga punya peranan penting sebagai pelengkap aplikasi didalamnya…. bayangkan kalau anda berjalan di pedalaman salah satu kampung di sebuah daerah yang listrik saja belum masuk… bagaimana lagi dengan data penunjang GPS.

    Yang paling benar adalah tetap menjaga teknologi awal yaitu komunikasi antar manusia ataupun dengan alam (bintang, matahari, dan sebagainya). Saya yakin dengan bertanya pasti akan diarahkan pada tujuan kita.

    Catatan:
    1. Setuju dengan Kang Borrys…. “Manusia itu tidaklah serba tahu”
    2. Bertanyalah dengan tatar kesopanan.
    3. Malu Bertanya Sesat Dijalan – budaya yang berkembang adalah “MALAS BERTANYA”
    4. Tanya pada orang / tempat yang tepat.

    Tapi kalo ada Cewek berparas elok, semampai, berbusana serba terbuka dan bertanya jalan sama saya….. yang terjadi adalah saya arahkan kerumah saya sendiri….. kakakakakaka Just Kidding.

    Tetap Semangat, Kreatif, dan Jangan Nyopet….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s