Busur Dari Anak Panah Kehidupan

Setelah dewasa dan punya anak, saya jadi makin sadar betapa besar kasih sayang orangtua kepada saya. Setiap perkataan, arahan, contoh, bahkan marah nya mereka pun, ngga lain untuk membuat kita lebih baik dan siap menghadapi hidup ini.

Jadi inget satu kejadian dimana Ibu saya marah besar. Sore itu seharusnya saya kursus bahasa Inggris, tapi saat itu saya ngga pergi, saya lupa alasannya apa. Akhirnya saya pergi kursus, karena takut dengan Ibu. Ibu saya sedemikian marahnya, sampai peristiwa itu bener-bener ngga bisa saya lupakan.
Kalo Ibu saya ngga keras menyuruh saya kursus bahasa Inggris waktu kecil, bisa dipastikan saya ngga bakal punya kesempatan kerja di British Telecoms taun 2007. Dari mulai komunikasi e-mail, interview beberapa kali, semua menggunakan bahasa Inggris. Di tempat kerja, walaupun di Malaysia, karena British Telecoms adalah perusahaan Inggris, semua menggunakan bahasa Inggris, ngga ada bahasa melayu.

Sekarang, saya pun berharap anak-anak saya nantinya bisa melihat dan merasakan sisi/dampak positif dari setiap perkataan, arahan, contoh, dan ‘marah’nya saya.
Hari ini kakak saya men-share satu tulisan yang sangat indah dari Kahlil Gibran, dan saya rasa saya harus men-share nya juga dengan anda :

Dan seorang wanita yang mendekap anaknya berkata: bicaralah pada kami perihal anak-anak. Maka orang bijak itupun bicara: puteramu bukanlah puteramu.
Mereka adalah putera-puteri kehidupan yang mendambakan hidup mereka sendiri.
Mereka datang melalui kamu tapi tidak dari kamu. Dan sungguhpun bersamamu, mereka bukanlah milikmu.
Engkau dapat memberikan kasih sayangmu tapi tidak pendirianmu, sebab mereka memiliki pendirian sendiri. Engkau dapat memberikan tempat pijak bagi raganya tapi tidak bagi jiwanya, lantaran jiwa mereka ada di masa datang, yang tak bisa engkau capai sekalipun dalam mimpi.
Engkau boleh berusaha mengikuti alam mereka, tapi jangan mengharap mereka dapat mengikuti alammu. Sebab hidup tidaklah surut ke belakang, tidak pula tertambat di masa lalu.
Engkau adalah busur dari mana anak-panah kehidupan putera-puterimu melesat ke masa depan.

Kahlil Gibran, 1883-1931.

Sebagai busur, orangtua harus kuat dan terarah. Kuat agar anak-panah itu bisa mencapai tujuan yang jauh, kuat agar tidak cepat kendor ditelan waktu, dan terarah agar tujuan yang dicapai bisa membawa kebaikan baik bagi diri si anak dan orang sekitarnya.
Kalo udah seperti itu, biarkan anak-panah itu melesat ke masa depan.

Bagaimana menurut anda?

Salam Insan Super!!!
Borrys Hasian

Iklan

Diterbitkan oleh

Borrys Hasian

UX Designer. Simplicity. Improving people's lives, one interface at a time.

2 tanggapan untuk “Busur Dari Anak Panah Kehidupan”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s