Jangan Samakan Suara Lantang Dengan Karisma

Saya seringkali terjebak dengan anggapan bahwa suara lantang itu berarti karisma. Saat memberi tau sesuatu kepada anak-anak, seringkali disampaikan dengan suara yang keras, dan beranggapan bahwa anak-anak akan menurut, plus menunjukkan diri sebagai seorang ayah. Ayah harus keras, ayah harus bersuara lantang. Padahal itu anggapan yang salah. 1000% salah.
Kekerasan hanya melahirkan kekerasan. Anak-anak malah jadi belajar juga untuk bersuara keras (dalam arti negatif).

Jika anak-anak hidup dengan persahabatan, maka mereka belajar bahwa dunia adalah tempat yang indah untuk hidup.-Dorothy Nolte-

To make a mistake is human. Sering kita baca, atau malah kita tau dan sadar bahwa wajar bagi manusia untuk berbuat salah. Tapi, kenapa seringkali hal itu ngga berlaku untuk orang lain? Kalo melihat orang berbuat salah, kita merasa itu hal yang ngga wajar, apalagi kalo anak-anak berbuat salah. Kita lupa bahwa mereka masih belajar. Kita pun yang dewasa masih belajar. Tugas orang tua nya lah untuk mengingatkan tanpa lelah.

Seringkali sebagai orangtua, kita menganggap anak ngga berbakti, ngga patuh. Padahal, sebagai orangtua seharusnya ikut membantu agar si anak dapat berbakti kepada kita. Bagaimana caranya? Ini caranya agar kita sebagai orangtua (dan juga untuk anda yang calon orang tua), dapat membantu anak berbakti kepada kita :

  • Memaafkan segala kekeliruannya.
  • Menerima usahanya walaupun kecil.
  • Tidak membebaninya dengan beban yang berat.
  • Tidak memakinya dengan makian yang dapat melukai hatinya.

Nah, apa anda yang udah jadi orangtua, udah membantu anak-anak anda sehingga mereka dapat berbakti kepada anda? Jika belum, rasanya anda juga masih harus belajar, dan ingat sekali lagi : jangan samakan suara lantang dengan karisma.

Bagaimana menurut anda?
Salam Insan Super!!!

Borrys Hasian

Iklan

Diterbitkan oleh

Borrys Hasian

UX Designer. Simplicity. Improving people's lives, one interface at a time.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s