Anda Punya Seumur Hidup Untuk Bekerja

Hari ini pertama masuk kantor, setelah 2 minggu ngga kerja karena sakit. Badan rasanya capek, mata pedih, apalagi pas pulang naek kereta yang padet, dan harus berdiri sepanjang hampir 2 jam perjalanan.
Tapi, begitu sampe rumah, pintu dibuka, disambut sama senyum istri dan teriakan gembira anak-anak, badan langsung seger, pikiran seger, dan capek sehari pun ilang, ibarat kemarau setaun yang hilang oleh hujan semalam.

Pas mau mandi, saya liat anak-anak maen berdua di kamar. Ngga kerasa air mata menetes. Tiba-tiba sedih membayangkan bahwa suatu saat mereka bakal hidup sendiri, ngga tinggal bareng dengan saya, dan saya membayangkan diri saya yang udah tua berdiri di depan bekas kamer mereka, dan membayangkan saat mereka kecil.
Baru membayangkannya aja, air mata ini ngga berentinya menetes.

“Anda punya seumur hidup untuk bekerja, tapi anak-anak hanya muda satu kali aja.”

Di kantor, kalo di mushalla, sering para bapak curhat mengenai waktu yang kurang dengan anak-anak. Kerja dari pagi sampe malam, bahkan weekend pun masih bekerja. Setiap pulang ke rumah, yang ada tinggal capek. Dan kalo anak-anak minta waktu sedikit, para bapak malah jadi kesel, marah-marah.

Saya pernah mengalami hal yang sama. Marah dan kesel karena anak-anak minta waktu, padahal saya udah capek seharian kerja.
Tapi, marah dan keselnya buat apa? Akhirnya hanya menyisakan penyesalan ketika anak-anak udah tidur, dan berharap besok ngga mengulangi marah-marah/kesel ke anak-anak.

Bagaimana akhirnya saya mengatasinya? Cara mengatasinya ternyata saat mudah : ya jangan marah dan jangan kesel.

Gampang kan?

Sering orang berkata, hidup itu pilihan. Demikian juga halnya dengan keadaan marah/kesel. Itu adalah pilihan. Jika anda mau belajar memperhatikan perasaan anda sendiri, ada beberapa detik sebelum marah, dimana anda bisa memilih : mau marah atau ngga marah.

Seringkali setelah marah/kesel ke anak-anak, saya berharap bisa memutar kembali waktu, dan memilih untuk tidak marah. Kenyataannya, hal itu hanya ada di film. Ngga ada namanya kembali ke masa lalu.
Yang bisa anda kendalikan, adalah masa sekarang dan masa yang akan datang.
Jadi, setiap saat anda merasa ingin marah, baik ke anak-anak atau pasangan anda, coba diem beberapa saat, dan pilih : saya ngga akan marah.

Bagaimana menurut anda?
Salam Insan Super!!!

Borrys Hasian

Iklan

Diterbitkan oleh

Borrys Hasian

UX Designer. Simplicity. Improving people's lives, one interface at a time.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s