Usul Yang Baik, Tapi Kami Belum Siap…

Satu hal di kantor yang membuat saya ngga suka (kalo bukan dikatakan benci) adalah sesuatu yang seharusnya bisa dibuat lebih baik, tapi ngga terlaksana karena orang yang mengerjakannya mau ambil gampang dan cepat.
Yang lebih membuat kesal lagi, orang tersebut tahu bahwa yang dikerjakannya itu kurang, malah ngga baik, tapi juga tetep dikerjakan. Aneh.

Tapi setelah beberapa kali melewati hal yang sama, mendengar orang-orang mengatakan “Itu usul yang baik, tapi kami belum siap,” sebagai alasan supaya ngga mau repot, akhirnya saya jadi ‘ngga peduli’ lagi.
Bukan ngga peduli dengan perusahaan, tapi saya ngga ambil ke hati, ngga kesel seperti dulu-dulu. Mereka yang rugi ini. Kalo kebanyakan kesel, malah jadi penyakit buat diri sendiri.

Untuk setiap menit anda merasa kesal/marah, anda kehilangan 60 detik kebahagiaan.

Anehnya, setelah saya menerapkan sikap ‘ngga kesel, mereka yang rugi ini’, orang-orang ini malah jadi membutuhkan usulan saya. Kalo saya menolak memberikan usul atau menolak terlibat di suatu project, dengan alasan : “Nanti saya kasih usul, palingan ngga dikerjakan..”, eh mereka malah mengejar terus, supaya saya terlibat di project tersebut.

Memang keliatannya agak ‘maksa’, tapi ini cara yang harus saya lakukan : saya akan menolak terlibat di satu project, kalo si pemilik project ngga mau mengikuti langkah-langkah yang saya anjurkan. Waktu saya ngga banyak, tenaga saya pun terbatas. Kalo ngga bisa komit 100%, kalo setengah-setengah, mending saya terlibat di project lain yang mau komit 100%.

Apa pelajarannya?
Pertama, kadang (atau malah seringkali) anda harus jual mahal supaya orang lebih menghargai anda.
Kedua, jual mahal aja ngga cukup, kalo anda ngga konsisten dengan prinsip yang anda pegang.

Saya pernah baca topik tentang karisma (ditulis oleh Roger Dawson – ahli negosiasi), dan dikatakan bahwa konsistensi adalah salah satu hal yang membuat seseorang memancarkan karisma.

Kalo anda udah jual mahal, dan juga konsisten dengan prinsip, tapi orang tetep juga ngga menghargai atau menganggap anda, ingat dua hal berikut : mereka sendiri yang rugi, dan anda beruntung karena bisa menghemat waktu tanpa berurusan dengan mereka.

Bagaimana menurut anda?
Salam Insan Super!!!

Borrys Hasian

Iklan

Diterbitkan oleh

Borrys Hasian

UX Designer. Simplicity. Improving people's lives, one interface at a time.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s