Mimpi Itu Seperti Pisau Victorinox

Orang yang menjual mimpi, biasanya sering berhasil.
Contoh yang pernah saya alami sendiri, saat ikut dalam MLM (Multi Level Marketing). Ratusan ribu orang, kalau bukan jutaan, tertarik dengan mimpi yang ditawarkan oleh perusahaan MLM : Uang puluhan juta, mobil mewah, jalan-jalan keliling dunia, dll.
Apa ada yang salah dengan menjual mimpi? Ngga. Tapi untuk yang membelinya, anda harus hati-hati.

Mimpi, mirip dengan pisau Victorinox (pisau yang dipakai McGyver). Pisau itu sangat berguna, hanya jika anda mengetahui bagaimana cara memakainya.
Mimpi juga sama. Jika anda tau bagaimana cara menggunakannya, dia akan sangat berguna. Tapi, kalo anda ngga tau cara menggunakannya, banyak hal buruk yang akan berlaku.

Kejadian paling buruk yang bisa berlaku : anda ngga bisa membedakan antara kenyataan dan mimpi.
Anda bermimpi memiliki uang yang cukup untuk membiayai kebutuhan dasar keluarga, bahkan cukup dipakai untuk anda berkeliling dunia. Tapi kenyataannya, untuk memenuhi kebutuhan dasar aja anda kerepotan.
Anda bermimpi memiliki karir yang tinggi, berada di level management dengan fasilitas ok. Tapi kenyataannya, anda masih seorang staff yang berlomba dengan puluhan orang lainnya untuk naik ke level management.

Mimpi itu ibarat bintang….anda ngga bakal pernah menyentuhnya, tapi jika anda mengikutinya, mereka akan mengarahkan anda ke takdir anda.

Saya pernah baca status Facebook orang yang mengatakan : “Reality sucks!”
Kenapa bisa ada orang mengatakan hal seperti itu? Salah satu sebab utamanya karena antara mimpi dan kenyataan terdapat jurang yang besar, dan orang tersebut ngga mau membangun jembatan yang menghubungkan mimpi dan kenyataan tersebut.
Ada harga yang harus dibayar : usaha, kerja keras, semangat, fokus. Dan yang sering terjadi adalah orang bersikap ngga mau kerja banyak, tapi mau selalu untung.

Gimana caranya mimpi bisa berguna? Mimpi bisa berguna, kalo dia digunakan sebagai pengarah dari setiap kegiatan yang anda lakukan, untuk mencapai apa yang anda cita-citakan atau inginkan. Dia juga bisa digunakan sebagai parameter untuk mengukur tingkat keberhasilan anda, dan seberapa jauh lagi anda dalam perjalanan mencapai cita-cita.

Yang sulit, mencari keseimbangan antara bermimpi dan realita. Berlebihan dalam bermimpi, bisa membuat anda membenci dan ngga mensyukuri kenyataan.
Menjalani realita tanpa bermimpi, membuat kebanyakan orang menjalani hidup dengan seadanya, mengabaikan potensi luar biasa yang dimiliki oleh dirinya sendiri untuk mencapai sesuatu yang lebih besar.

Anda sendiri yang harus mencari keseimbangan tersebut. Ada juga cara lain untuk tetap seimbang : share mimpi anda dengan orang yang anda percaya dan terdekat dengan anda (istri, ibu, dll), dan minta mereka untuk mencubit lengan anda, jika anda terlalu lelap dalam mimpi.

Bagaimana menurut anda?

Salam Insan Super!!!

Iklan

Diterbitkan oleh

Borrys Hasian

UX Designer. Simplicity. Improving people's lives, one interface at a time.

6 tanggapan untuk “Mimpi Itu Seperti Pisau Victorinox”

  1. hmm….mas bo, klo pisau victorinox nya mah emg mahal dibanding pisau2 lainnya di supermarket hehehehe, apakah definisi mimpi semahal pisau victorinox jg?
    kekekekeke :p *pnah beli sekali, enak bener dipakenya..hahahahaha…koq jd ngebahas pisau nya gini…geleuh iiich*
    –great article–

    1. Hai Lita,
      Mimpi memang ‘mahal’. Gimana cara bayarnya? Membayarnya dengan usaha, kerja keras, semangat, fokus
      Harga mahal, tapi sepadan dengan apa yang bisa didapat/diperbuat dengannya, asal tau bagaimana cara menggunakannya 🙂
      So, are you willing to pay for your dream?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s