Ibu Itu Ibarat Matahari

Ibu itu ibarat matahari.

Bumi akan dingin dan gelap tanpanya. Dalam gelap, jalan menuju jurang pun tidak terlihat, dan akhirnya membuat celaka.
Matahari menjadi pusat tatasurya, membantu agar bumi memiliki keseimbangan gravitasi. Suatu hal yang membuat kita tetap menapak dibumi, dan tidak melayang tanpa arah dan tujuan.

Cahaya hangatnya menyinari segala makhluk, tanpa mengharap balas, dan dengannya berbagai tanaman bisa tumbuh untuk memberi kehidupan di bumi.
Dari tanaman itu, ada yang tumbuh menjadi bunga-bunga yang indah, tapi juga ada tanaman liar yang ikut tumbuh. Tapi, pantaskah kita menyalahkan matahari karena memberikan sinarnya sehingga tanaman liar itu tumbuh?

Cahaya matahari pagi yang memberi kelembutan, mirip dengan sikap seorang ibu yang mengiringi hidup anaknya dengan doa dan kelembutan. Dan jika sinarnya terasa terik di tengah hari, dia hanya mengingatkan kita bahwa sekalipun hal buruk terjadi, kita harus bersyukur bahwa Tuhan telah menciptakan pepohonan yang rindang dimana kita bisa berteduh.

Saat matahari akan terbenam di satu sisi bumi, dia akan tetap menyinari sisi bumi lainnya, tanpa lelah. Dan sekalipun hari telah malam, jangan lupa bahwa cahaya bulan itu berasal dari pantulan sinar matahari, seolah-olah menunjukkan bahwa dimanapun kita berada, dia selalu ada untuk kita dengan doa dan harapannya, walaupun dia tidak terlihat.

Sayangnya, sebagai makhluk di bumi, kita seringkali lupa kepada matahari ini, seakan-akan kita bisa hidup tanpanya.
Memang dia tidak mengharap imbalan atas kehangatan dan sinarnya, tapi sesekali, malah seringkali, sebaiknya anda menatap ke langit, dan berkata dengan hati yang tulus dan ikhlas penuh rasa sayang : “Terima kasih atas kehangatan dan sinar yang telah diberikan, sehingga saya bisa hidup.”

Kuala Lumpur, Agustus 2010.
Untuk the bestest mommies in the world : Ibu saya, Ibu Mertua saya, dan khususnya Istri saya yang hari ini usianya bertambah satu.

Borrys Hasian

Iklan

Diterbitkan oleh

Borrys Hasian

UX Designer. Simplicity. Improving people's lives, one interface at a time.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s