Dari Mana Ide-Ide Itu Datang?

Sulit membantah pernyataan bahwa ide-ide baru dapat membantu anda berhasil dalam bidang apapun di dunia ini. Dari mulai karyawan sampai ibu rumah tangga, ide-ide baru dapat membawa kesegaran dan banyak keuntungan.

Misal anda seorang karyawan. Anda menemukan ide yang dapat memotong biaya operasional sampai 30%. Suatu ide yang ngga pernah dipikirkan oleh karyawan-karyawan lain.
Anda seorang wirausaha, yang menemukan ide tentang cara menjual produk anda dengan cara yang unik, sehingga sekalipun persaingan di pasar anda sangat ketat, anda tetap bisa bertahan bahkan meraup keuntungan.
Anda seorang ibu rumah tangga, yang bisa menemukan ide untuk rekreasi keluarga tanpa mengeluarkan biaya yang tinggi. Ide rekreasi ini membuat keluarga anda tetap bisa relaks di akhir minggu setelah letih bekerja dan sekolah.

Yang jadi pertanyaan sekarang : “Dari mana ide-ide itu datang?”
Banyak orang merasa ngga kreatif, ngga punya ide, ngga bisa menghasilkan ide, dan akhirnya dirinya merasa jadi orang biasa-biasa aja, dan hanya bisa melihat orang lain mendapat pujian atas idenya yang kreatif.
Kurang tepat untuk mengatakan bahwa seseorang itu diberi bakat untuk kreatif, dan anda diberi nasib ngga kreatif. Mendapat ide-ide baru ini, lebih kepada penguasaan dan penggunaan teknik yang tepat, dan bukan tentang bakat atau nasib.

Perlu anda ketahui terlebih dahulu, bahwa ide baru itu hanyalah pencampuran dari ide-ide yang udah ada sebelumnya.
Setelah anda mengerti bahwa ide baru hanyalah pencampuran dari ide-ide yang udah ada sebelumnya, maka lebih mudah untuk mendapat ide-ide baru.

Saya mau menunjukkan anda satu teknik sederhana, yang bisa membuat anda mendapat ide-ide baru. Teknik ini dinamakan SKAMPER :

Berikut 3 langkah sederhana untuk menggunakannya :

  1. Nyatakan tantangan anda yang diawali dengan kalimat : “Dengan cara apa saja saya dapat…”
  2. Terapkan satu atau beberapa atau semua parameter dari SKAMPER pada tantangan anda
  3. Hasilkan sebanyak-banyaknya ide.

Saya langsung kasih contohnya :

Langkah 1 Pernyataan Tantangan
“Dengan cara apa saja saya dapat menjual kue Lebaran dengan cara yang unik?”

Langkah 2 Terapkan Teknik SKAMPER
Substitusi : Bagaimana jika wadah plastik diganti dengan wadah berbentuk ketupat? Selain lebih sesuai dengan tema lebaran, biayanya pun bisa lebih murah.
Kombinasi : Jika dikombinasikan dengan layanan lain? Misalnya layanan kartu ucapan?
Adaptasi : Perusahaan apa diluar sana yang memiliki cara menjual yang unik? Apa bisa kita mengadaptasi sistem penjualan bertingkat (Multi Level Marketing)?
Modifikasi : Apa bentuk kuenya sendiri bisa diubah, tanpa mengikuti kebiasaan yang lama?
Penggunaan Lain : –
Memperbesar : Bagaimana memperbesar promosinya, dengan biaya seminim mungkin? Apa kita bagikan gratis kepada kepala keluarga? Kepada para ibu yang vokal?
Eliminasi : –
Pengaturan ulang : Bagaimana jika kita mencampur beberapa kue dalam satu wadah? Misalnya satu wadah berisi 4 jenis kue?

Langkah 3 Dapatkan Ide Sebanyak-Banyaknya
Ini contoh ide-ide yang spontan muncul, dari tantangan bagaimana kita menjual kue lebaran dengan cara yang unik :
– Mobil pick-up yang masuk ke perumahan-perumahan, dengan wadah kue berbentuk ketupat yang digantung di rak-rak bagian belakang mobil.
– Kue-kue dibuat dengan bentuk-bentuk yang identik dengan suasana lebaran (misalnya ketupat, bulan sabit, wajah yang tersenyum).
– Menjadikan ibu-ibu sebagai agen di perumahan-perumahan, dengan hadiah berupa beberapa paket kue gratis.
– Membuka layanan online (blog atau website) dimana pelanggan bisa memilih sendiri campuran kuenya untuk satu paket, lengkap dengan kemudahan dalam membayar via transfer ke rekening bank.
– Menyediakan paket kue yang diberi nama ‘Kue Kejutan’. Bentuk kuenya hanya bulat, tapi isinya bisa keju/coklat/nastar, dan untuk mengetahui apa isinya, yang bisa dilakukan pelanggan hanya dengan memakannya.

Ide-ide yang dihasilkan diatas terlihat biasa, atau malah ngga masuk akal? Ngga masalah.
Kenapa? Karena pada tahap ini, yang penting adalah menghasilkan ide sebanyak-banyaknya, terlepas dari apakah ide itu biasa, atau masuk akal, atau apa ide itu bisa diterapkan atau ngga.
Jangan takut untuk menulis ide apapun yang terlintas di otak anda. Ngga ada benar atau salah.
Jika anda rasa ide-ide yang anda tulis belum memuaskan, kembali lagi ke Langkah 2, tanyakan lagi berbagai pertanyaan, asumsi, kemungkinan-kemungkinan.

Anda ngga bakal pernah tau, kapan ide yang bernilai tinggi akan muncul.
Mencari ide brilian ini ibarat mencari berlian di karung yang berisi batu. Untuk memperbesar kemungkinan anda mendapat berlian, anda bisa menambahkan lebih banyak berlian lagi kedalam karung tersebut.

Jadi, praktekkan dan latih teknik sederhana ini, dan beri tau saya hasilnya. Jika anda belum juga menemukan ide yang kreatif, mungkin anda belum cukup menambahkan berlian kedalam karung yang berisi batu tersebut.

Bagaimana menurut anda?

Salam Insan Super!!!
Borrys Hasian

Iklan

Diterbitkan oleh

Borrys Hasian

UX Designer. Simplicity. Improving people's lives, one interface at a time.

2 tanggapan untuk “Dari Mana Ide-Ide Itu Datang?”

  1. Waah hebat kang, sangat menginspirasi sekali ;D
    iyah siih..kadang suka berpikir, ko kayanya aku gak punya ide untuk dikeluarkan yaa?
    kemanakah ide ini harus dicari??
    atau kadang kepikiran sesuatu, terus langsung dibuat down dengan kalimat “ide yg aneeeh!”
    atau tidak adanya keberanian untuk mewujudkan ide tersebut.

    naah pertanyaan aku adalah, ketika kita terpikir sesuatu atau ide, apa hal yang pertama kali harus kita lakukan dengan ide tersebut?

    karena kalau otak lagi panas penuh dengan ide tuuuh *sampai gak bisa tidur looh..kayanya otak lg asyik jalan-jalan menghubungkan kemungkinan-kemungkinan yang ada.

    1. Hal pertama? Kumpulkan ide-ide itu dalam Bank Ide. Seringkali ide muncul secara acak, dan belum tentu ide itu yang kita butuhkan untuk keadaan sekarang.
      Waktu kita hanya sedikit setiap hari, hanya 24 jam, jadi setiap ide yang muncul itu harus bisa menyelesaikan masalah/tantangan yang kita hadapi sekarang.
      Jadi kuncinya adalah kita harus menyatakan tantangan yang ingin kita pecahkan, dan kalo tiba-tiba ada ide yang muncul dan berhubungan dengan tantangan yang ingin kita pecahkan, segera laksanakan ide tersebut.
      Good luck, Gina!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s