Bukan Itu Yang Harus Anda Perhatikan

Jam 10.30 malem, saya udah selesai shalat tarawih, dan anak-anak udah masuk ke kamer mereka sejak setengah jam yang lalu.
Tiba-tiba anak saya yang perempuan keluar, dengan muka seperti mau menangis, dia bilang “ade ga bisa tidur…”

Reaksi pertama saya, malah kesel karena udah hampir jam 11 malem, tapi dia belum tidur juga.
Saya kesel karena susah sekali menyuruh dia tidur siang, dan giliran tidur malem juga susah.

Kembali dia bilang “Ade ga bisa tidur,” dan saya makin kesel, sambil berkata “Ade jangan cari-cari alesan untuk bangun ya…”
Tiba-tiba dari kamer, istri saya yang lagi ngelonin bayi kami, menyahut “Itu mau dikelonin…”

Kemudian saya bawa anak perempuan saya ke kamernya, saya peluk, dan ngga sampai lima menit, dia tertidur pulas.

Malem itu saya belajar satu hal : “Jangan perhatikan apa yang orang lain katakan, tapi perhatikan apa yang orang lain rasakan.”

Setelah dipikir-pikir, prinsip itu bisa menyelamatkan banyak hal. Banyak konflik bisa dihindari jika kita menumpukan perhatian pada apa yang orang lain rasakan, dan bukan pada pada apa yang orang lain katakan.

Misal istri anda dengan kesal mengatakan “Saya ngga tahan hidup denganmu!”.
Anda bisa beraksi secara emosional, tapi sebelum anda mengeluarkan kata-kata yang bakal anda sesali nanti, coba tarik nafas panjang dan tanyakan hal ini :
Apa yang dia rasakan sebenarnya?

Bisa jadi istri anda merasa waktu yang anda luangkan bersamanya kurang, atau anda kurang ‘mendengar’ setiap hal yang dia katakan?

Anda seorang manager, dan anak buah anda yang terbaik tiba-tiba berkata dengan muka yang kesal : “Saya akan resign bulan depan.”

Anda juga bisa menanggapinya dengan emosi dan berkata “Silakan resign, kita liat apa anda bisa dapet kerjaan yang bagus”. Tapi, kehilangan orang terbaik adalah tindakan bodoh, karenanya coba tanyakan kembali : Apa yang dia rasakan?
Banyak ketidakpuasan kerja, bukan disebabkan oleh besarnya gaji, tapi sebab-sebab lain, misal kurangnya pengakuan terhadap prestasi atau kontribusi yang telah dilakukan karyawan.

Kata-kata memiliki keterbatasan, demikian juga manusia. Apa yang dirasakan seringkali ngga bisa disampaikan dengan baik.
Karena itu, coba perhatikan apa yang orang lain rasakan, bukan apa yang mereka katakan, dan anda bisa menghindari banyak hal negatif.

Bagaimana menurut anda?

Salam Insan Super!!!
Borrys Hasian

Iklan

Diterbitkan oleh

Borrys Hasian

UX Designer. Simplicity. Improving people's lives, one interface at a time.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s