Jebakan Untuk Menjadi Yang Paling Pintar

Suatu saat perusahaan saya mengadakan training yang berhubungan dengan Human Computer Interaction (HCI).
Salah satu implementasi penting dari ilmu HCI adalah produk/layanan yang dibuat bisa sedemikian mudahnya digunakan oleh pelanggan, yang ujung-ujungnya membuat pelanggan menjadi pelanggan setia dan ngga keberatan membayar untuk produk/layanan yang disediakan.

Karena praktisi HCI di perusahaan kami hanya 3 orang (termasuk saya), dan kami kewalahan menangani produk/layanan yang sedemikian banyaknya, akhirnya diadakanlah training untuk beberapa orang kunci yang berhubungan langsung dengan management produk/layanan, dengan harapan paling ngga mereka mengerti dasar dari HCI ini, dan bisa menerapkannya ketika tim kami yang 3 orang ngga bisa ikut serta dalam suatu project.

Training itu diadakan selama tiga hari penuh, dan saya ikut sebagai peserta, yang bertugas untuk membimbing dan mengawasi.

Saat mengikuti training ini, betapa godaan untuk merasa pinter sedemikian besar. Materi-materi yang disampaikan merupakan makanan saya sehari-hari selama bertaun-taun, dan rasanya mudah sekali menjadi sok pinter.
Tapi, setelah saya mengubah cara berpikir bahwa saya pasti ngga tau segalanya, dan merasa terlalu pinter itu justru bodoh, eh ternyata banyak hal yang menambah wawasan dan pengetahuan saya, dan saya memang ngga tau tentang hal itu.
Bahkan rasanya meski saya membaca atau mendengar hal yang sama, ada aja pengetahuan lain atau sudut pandang lain yang menambah dan membuka wawasan.

“We can be more clever than one, but not more clever than all.”

Seringkali merasa paling pinter justru akan membuat anda tertutup untuk belajar banyak hal, padahal ngga ada yang tau segalanya, kecuali Tuhan pastinya.
Saya jadi inget satu pepatah : “Too clever is dumb.”

Bagaimana menurut anda?

Salam Insan Super!!!
Borrys Hasian

Iklan

Diterbitkan oleh

Borrys Hasian

UX Designer. Simplicity. Improving people's lives, one interface at a time.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s