Ngga Ada Orang Yang Ngga Berguna

Hari itu saya dan keluarga mau pergi ke Carrefour untuk belanja mingguan. Untuk jaga-jaga, setiap pergi kami selalu membawa passport, walaupun selama 3 taun tinggal di Kuala Lumpur, ngga pernah sekalipun diperiksa sama Polisi.
Passport ini termasuk barang yang sangat berharga di KL, karena ada beberapa oknum orang yang sengaja mencuri passport untuk kemudian dijual kembali, dan harganya bisa jutaan bahkan belasan juta rupiah.

Untuk sampai ke tempat Bus Stop yang ada taxi, biasanya saya harus jalan melewati jembatan penyebrangan.
Siang itu, saat sampai di jembatan penyebrangan, saya melihat ada seorang pengemis yang satu tangannya buntung. Hampir ngga pernah saya liat ada pengemis di KL, bahkan saya sering satu kereta dengan kumpulan orang-orang buta yang berangkat kerja, dan mereka ngga mengemis.
Begitu melihat pengemis itu, di pikiran saya terlintas : “Ini orang, bukannya kerja, malah mengemis. Padahal anggota badan lainnya masih normal.”

Kemudian kami turun tangga, dan naik taxi.
Sesampainya di Carrefour, saat membantu anak-anak turun dan mengeluarkan kereta bayi dari bagasi mobil, istri saya bertanya : “Mana tas merahnya?”
“Apa isi tas merahnya?” jawab saya dengan kaget. “Passport semuanya, ” jawab istri saya dengan muka cemas, sadar bahwa passport itu bisa jadi udah hilang, dan merupakan barang langka disini.
Saat itu juga saya menyebrang jalan, naek bis yang pas kebetulan lewat, sambil berdoa semoga aja tas merahnya itu ngga ada yang ambil, dimanapun dia jatuh. Saya sadar kemungkinannya kecil, apalagi Bus Stop itu tempat yang rame, dan dekat dengan stasion Kereta Api.

Sesampainya di Bus Stop, saya telusuri jalan dari mulai tempat saya naek taxi, tangga, dan daerah sekitar tangga. Ngga ada juga. Wah, saya udah lemes dan ngga bisa mikir.
Saya jalan melewati jembatan penyebrangan dengan rasa kecewa, sampai kemudian saya akan melewati tempat pengemis tadi. Dari jauh, pengemis itu tersenyum kepada saya, dan dengan tangannya yang buntung dia menunjuk tas merah yang ada disebelahnya.
Saya ngga tau harus berkata apa. Seorang pengemis yang dipikiran saya ngga ada kerjaan, dan malah mengganggu, ternyata menjadi penolong.

“Ngga ada seorangpun yang ngga berguna di dunia, jika dia bisa membantu meringankan beban orang lain.” – Charles Dickens –

Bisa jadi ini cara Tuhan untuk mengingatkan saya, bahwa Dia ngga menciptakan apapun tanpa kegunaan. Bahwa manusia yang menurut pandangan kita ngga berguna, bisa tiba-tiba menjadi seorang penolong disaat kita putus harapan dan kecewa.
Saya beberapa kali bertemu orang yang mengeluh bahwa mereka merasa ngga ada gunanya.
Saya beberapa kali bertemu orang yang merasa anaknya ngga ada gunanya.
Saya beberapa kali bertemu orang yang merasa pasangannya ngga ada gunanya.
Saya beberapa kali bertemu orang yang merasa orangtuanya ngga ada gunanya.
Saya beberapa kali bertemu orang yang merasa saudaranya ngga ada gunanya.

Setelah kejadian saya, passport, dan pengemis itu, saya ngga berani berkata sesuatu-bahkan seseorang itu ngga ada gunanya.
Bagaimana menurut anda?

Salam Insan Super!!!
Borrys Hasian

Iklan

Diterbitkan oleh

Borrys Hasian

UX Designer. Simplicity. Improving people's lives, one interface at a time.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s