Maaf, Itu Bulu Hidungnya Seperti Kumis.

Seberapa besar kelapangan hati anda untuk menerima kritik? Orang banyak bilang, bahwa mengkritik itu jauh lebih gampang daripada menerima kritik.
Kalo menurut saya, mengkritik itu jauh lebih susah daripada menerima kritik. Mengkritik dengan niat membangun dan memperbaiki, tanpa niat merendahkan dan merasa lebih tinggi.

Budaya yang tumbuh, salah satunya, adalah orang enggan mengkritik karena merasa ngga enak dengan orang yang dikritik. Mungkin kembali ke dirinya sendiri, mencoba menempatkan diri di tempat orang lain : “Kalo saya dikritik seperti itu, pasti saya merasa ngga enak, jadi kayanya saya ngga perlu mengkritik orang itu.”

Suatu hari saya bertemu dengan seorang teman, dan dia udah berubah banyak dari sejak 6 bulan lalu kami bertemu. Berubah banyak dalam hal jumlah rambut di mukanya. Berjambang, berkumis, berjenggot, dan ada satu hal yang mengganggu pandangan saya : bulu hidungnya ngga terurus, dan terlihat seperti kumis karena panjangnya.
Rasanya gatel ingin mengatakan bahwa bulu hidung yang keluar itu terlihat ngga bagus. Segala sesuatu yang ngga pada tempatnya, seringkali terlihat ngga bagus. Bulu hidung itu mengambil tempat kumis, ngga heran dia terlihat ngga bagus.

Keinginan mengucapkan ‘kritik’an itu selalu terhalang perasaan ngga enak, bahwa dia akan merasa malu, dan takutnya malah menjauh dari saya.
Sampai akhirnya kami berpisah, saya ngga bisa mengucapkan kritikan tersebut.
Setelah kejadian itu, saya inget satu quote dari Malcolm X :

“Kalo anda ngga mendapat kritik, kemungkinan besar anda ngga bakal sukses.” – Malcolm X –

Untuk membantu diri anda sendiri sukses, anda harus siap menerima kritik. Demikian juga jika anda ingin membantu orang lain untuk sukses, anda harus siap memberikan kritik.
Butuh waktu untuk belajar memberikan kritik, dan mudah-mudahan nanti saya bisa tanpa ragu mengatakan : “Maaf, itu bulu hidungnya seperti kumis, dan hal itu terlihat ngga bagus.”

Bagaimana menurut anda?

Salam Insan Super!!!
Borrys Hasian

Iklan

Diterbitkan oleh

Borrys Hasian

UX Designer. Simplicity. Improving people's lives, one interface at a time.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s