Beri Saya 1 Milyard Dulu, Baru Saya Akan Mulai Bekerja

Lebih dari sekali saya bertemu dengan orang yang memiliki kebingungan mental antara hasil dan usaha. Mirip dengan masalah ‘ayam dan telur’. Mana yang muncul duluan, ayam atau telur?

“Saya bisa memulai usaha, kalo ada modal sekian juta dulu.”
“Saya akan berubah, kalo ada hal ini itu dulu.”

Sayangnya, dunia nyata ini ngga seindah mimpi di siang bolong. Rejeki berlimpah diluar sana, tapi hanya bisa didapat oleh orang yang menjemputnya dengan kerja keras dan kerja cerdas.
Setiap kali seseorang memunculkan syarat untuk mencapai mimpi atau tujuannya, sebenarnya dia seperti mundur beberapa langkah, menjauh dari mimpi atau tujuannya, bahkan syarat itu menjadi penghalang tambahan untuk dia mencapai mimpinya.

Ada perbedaan antara memenuhi syarat untuk mencapai tujuan, dan kebanyakan syarat untuk mencapai tujuan.
Hal yang pertama, adalah bagaimana memaksimalkan potensi diri dan sumber daya yang ada, untuk mencapai tujuan.
Hal yang kedua, adalah mencari-cari hal yang ngga ada, sebagai alasan untuk ngga mencapai tujuan tersebut.

Dengan memaksimalkan potensi diri dan sumber daya yang ada, orang dituntut kreatif. Ini yang jadi masalah besar. Kenapa menjadi kreatif itu susah? Karena kreativitas menuntut kerja lebih, menuntut untuk berpikir lebih. Dan kebanyakan orang ingin hasil besar tanpa berpikir atau bekerja lebih. Ini masalah lain.

Kenapa hal yang kedua banyak dijumpai di dunia ini? Kenapa mencari-cari alasan itu lebih gampang? Ya karena ngga perlu banyak berpikir atau bekerja.
Banyak berpikir atau bekerja, bakal berbanding lurus dengan hasil yang didapat. Kalo anda sering melihat contoh orang sukses, jangan cuma liat saat dia sukses aja. Coba tanya gimana perjuangannya. Saya jamin kebanyakan mereka bakal tersenyum dan bilang : “Kamu ngga bisa bayangkan deh susahnya mencapai hal ini.”
Ngga percaya? Coba aja tanya.

“Saat mencoba untuk mencapai mimpi atau tujuan anda, jangan mengajukan banyak syarat. Anda seperti mendikte Tuhan dengan mengajukan banyak syarat untuk menjemput rejeki yang udah disediakan-Nya.”

Saya pernah dateng ke seminar entrepreneurship, dimana salah satu pembicaranya adalah raja factory outlet di Bandung.
Gimana awalnya dia memulai bisnis? Dia susah payah mengangkut baju-baju menggunakan becak, berjualan dimana-mana.
Coba bayangkan kalo dia banyak syarat saat memulai bisnis bajunya : “Saya harus punya mobil dulu untuk mengangkut baju-baju, saya harus punya ruko dulu untuk berjualan baju-baju tersebut.” Apa anda pikir dia akan mencapai kesuksesan seperti sekarang?

Jadi, saat mencoba untuk mencapai mimpi atau tujuan anda, jangan mengajukan banyak syarat. Anda seperti mendikte Tuhan dengan mengajukan banyak syarat untuk menjemput rejeki yang udah disediakan-Nya.
Yakini diri bahwa anda memiliki potensi untuk mencapai mimpi tersebut, dan maksimalkan potensi diri dan sumber daya yang ada.
Saya melihat banyak orang sukses dengan bersikap seperti itu, dan saya juga lihat lebih banyak lagi orang gagal karena memiliki sikap kebanyakan syarat.

Apa pilihan anda?

Salam Insan Super!!!
Borrys Hasian

Iklan

Diterbitkan oleh

Borrys Hasian

UX Designer. Simplicity. Improving people's lives, one interface at a time.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s