Jangan Percaya Pada Ahlinya

2 bulan terakhir ini, saya disibukkan dengan urusan kesehatan. Dari mulai keracunan debu Clorox, sampe operasi batu empedu. Akhirnya kegiatan menulis blog jadi terbengkalai. Ada beberapa teman yang mengirim message, dan bertanya “Kapan nulis lagi?”. Tapi menulis ini ngga bisa sembarangan, harus menunggu ‘wangsit’ dulu.
Malem ini, pas lagi ngelonin anak-anak tidur, saya dapet ‘wangsit’ untuk nulis.

Awalnya pada suatu malam, istri saya minta tolong untuk memasukkan Clorox ke dalem toilet. Entah bagaimana, debu yang ada di dus keluar dan terhirup. Dalam hitungan detik, tenggorokan saya kerasa terbakar. Kemudian saya ngga bisa bernafas sama sekali, hampir pingsan. Setelah kurang lebih 10 menit berlutut di balkon, menghirup udara segar, saya mulai bisa menarik nafas, walaupun dada terasa sakit dan nafasnya pendek sekali. Malem itu juga saya pergi ke klinik, diberi oksigen, dan obat.

Setelah beristirahat dua hari, ternyata sesak nafasnya ngga berkurang, malah seringkali bertambah sesaknya. Di hari ketiga atau keempat, saya pergi lagi ke dokter, dan setelah diperiksa hampir semuanya, kesimpulannya racunnya ngga mempengaruhi jantung atau paru-paru, dan dokter mengatakan bisa jadi lambung saya yang luka karena racun Clorox tersebut.

1 minggu kemudian, sesak nafasnya ngga membaik, malah tambah parah kalo saya berjalan sedikit. Akhirnya saya dirujuk ke rumah sakit yang memiliki dokter ahli racun.
Di rumah sakit tersebut, saya disarankan untuk rawat inap. Sambil menunggu masuk ke ruang rawat, saya diperiksa dulu oleh 3 orang dokter. Setelah mereka menganalisa saya, kesimpulan ketiga dokter itu adalah saya sesak nafas karena stress.
Ini aneh, saya yakin ada yang ngga beres dengan tubuh saya, dan kesimpulan mereka adalah saya stress.

Akhirnya saya minta dibatalkan untuk rawat inap. Saya menolak analisa mereka bahwa saya sesak karena stress, dan saya memutuskan untuk pergi ke rumah sakit lain dan menjumpai dokter lain.

Singkatnya, setelah menjalani beberapa pemeriksaan dengan dokter lain, akhirnya ditemukan bahwa saya memiliki batu empedu yang menghambat liver. Operasi pengangkatan batu empedu dijalankan, dan Alhamdulillah sekarang saya merasa jauh lebih sehat dari sebelumnya. Ngga ada lagi sesak nafas dan keluhan lainnya.

Kadang-kadang, kita harus percaya pada diri sendiri, bahkan ketika seorang yang ahli mengatakan sebaliknya. Jika anda salah, anda bisa belajar sesuatu dari kesalahan tersebut. Jika anda benar, anda juga beruntung. Jadi situasinya sama-sama menguntungkan 🙂

Bagaimana menurut anda?

Salam Insan Super!!!
Borrys Hasian

Iklan

Diterbitkan oleh

Borrys Hasian

UX Designer. Simplicity. Improving people's lives, one interface at a time.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s