Hati-Hati Dengan Orang Tipe Saudara Sekampung

“Tenang aja, percaya deh sama saya.”
Kalimat itu saya denger paling ngga dua kali dalam satu tahun ini, dan dua-duanya membawa pengalaman yang kurang menyenangkan.

Yang pertama, saat saya akan menyewa flat di Singapore. Lingkungan rumahnya nyaman, ukurannya cocok, pokoknya semua pas. Hanya ada satu kurangnya: ada sedikit bocor di ruang dapur.
Saat wajah saya dan istri terlihat agak ragu, agen rumah dan menantu pemilik rumahnya mengatakan “Tenang aja, bocor seperti ini paling dua bulan beres, percaya deh sama saya.”
Sekarang, hampir satu tahun saya menyewa flat itu, kebocorannya belum juga diperbaiki.

Yang kedua, saat saya akan pindah kerja. Negosiasi gaji berjalan kurang mulus, karena gaji yang ditawarkan kurang dari yang saya minta. Tapi headhunternya mengatakan “Tenang aja, dalam 3 bulan, begitu lulus percobaan, gajinya bakal sesuai dengan yang diminta, sekarang terima aja dulu penawarannya, percaya deh sama saya.”
Setelah lulus percobaan tiga bulan, gaji saya ngga mengalami kenaikan sedikitpun.

Alami hal itu beberapa kali, dan pandangan Anda terhadap indahnya hidup bisa jadi akan berkurang.

Jangan percaya kepada orang yang mengatakan bahwa dia jujur, dan jangan pernah percaya kepada keramahan yang berlebihan. -Peribahasa Cina

Apa kesalahan saya? Percaya kepada orang lain?
Menurut saya, percaya kepada orang lain itu baik, jauh lebih baik daripada selalu berburuk sangka kepada orang lain.
Lalu, dimana salahnya? Atau, ketimbang mencari-cari siapa yang salah, bagaimana cara mengatasinya?

Orang-orang diatas itu tipe saudara sekampung yang selalu mengatakan “Tenang aja, kita kan saudara, percaya deh sama saya.”
Cara mengatasinya gampang: buat semuanya tertulis. Perjanjian apapun, perkataan apapun.
Hal ini berlaku dimanapun: kantor, bisnis, kehidupan sosial.

Keliatannya sederhana, tapi kebanyakan dari kita menganggapnya terlalu sederhana dan ngga diperlukan, sampai kita merasa dirugikan, dan ngga ada yang bisa kita lakukan.

Ngga semua perlu menggunakan tandatangan diatas materai, atau di depan notaris. Untuk kasus pertama saya, seharusnya hari itu juga saya mengirimkan email kepada menantu pemilik rumah, mengucapkan terima kasih atas waktunya, dan mengulang janji dia untuk bisa memperbaiki kebocoran itu dalam 2-3 bulan. Dan saya harus terus mengirim email sampai dia membalas dan mengatakan ‘Iya’.

Paling ngga saya dapet pelajaran berharga. Beberapa kali saya berhasil menghindari debat kusir dengan kolega, karena saya memiliki ‘bukti’ email dan chatting. Bahkan saya mengambil snapshot dari percakapan chatting untuk ‘jaga-jaga’.
Percaya boleh percaya, tapi Anda harus selalu siap jika orang lain mengalami ‘kehilangan ingatan’: Email atau catatan Anda bisa membantunya mengembalikan ingatan.

Bagaimana menurut Anda?

Salam Insan Super!
Borrys Hasian

Iklan

Diterbitkan oleh

Borrys Hasian

UX Designer. Simplicity. Improving people's lives, one interface at a time.

3 tanggapan untuk “Hati-Hati Dengan Orang Tipe Saudara Sekampung”

  1. ia semua ada benarnya, dari pengalaman saya semua yg mengatakan tenang aja itu akibat dari orang yg bersifat UUD [ujung ujungnya duit] contonya memperbaiki kebocoran di ruang dapur, kenapa orangnya takmau perbaiki sebab orang yg punya harus mengeluerkan duit untuk membayar tukang yg datang, sedangkan pemikiran yg punya rumah buat apa harus ngeluarin duit kan bukan dia yg tinggal di situ, dan masala sebelum rumahnya di sewa kan dia sd janji tp kan tida ada perjanjian yg tertulis sah, apa lg agen setau saya agen hanya berpihak sama c pemilik rumah bukan c penyewa, karna dia di bayar beberapa persen dari hasil kontrak rumah untuk mencarikan penyewa,kalau sd ada yg sewa berarti tugas dia daselesai,masala bocor itu tak ada dalam perjanjian menyewa agen, yg harus kita ingat sebagai c penyewa jangan terlalu percaya sama agen karna dia tidak akan menjadi agen kalau dia tidak pandai berbicara dan meyakinkan c pelanggan,

    1. maaf dengan kata kata saya yg di atas bukan maksud saya menyalakan ataupun menjelek jelekan agen tp intinya semua pekerjaan ada cara tersendiri, dan kami jg perna jadi korban kata tenang aja dari agen rumah, yg saya ceritakan di atas juga pengalaman hidup kami sekeluarga, sekali lg maaf jika ada yg tersakiti

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s