Bukan Latihan Yang Menjadikan Anda Sempurna

Akhirnya malem ini saya bisa tidur nyenyak.
Saya sedang terlibat dalam salah satu proyek membuat aplikasi iPhone, dan disain saya baru aja disetujui oleh sang CEO dan direktur proyeknya, setelah melalui proses yang melelahkan.
Waktu pengerjaannya termasuk singkat, dengan deadline yang (mungkin sengaja dibuat) ngga masuk akal.

Sebelumnya pengerjaan disain dilakukan oleh satu perusahaan di Australia, tapi sang CEO dan direktur proyek ngga puas dengan hasilnya.
Akhirnya disain pun dilakukan dari nol, dengan deadline yang ngga berubah karena akan ada presentasi penting dengan para investor yang ngga bisa diundur.

Pengerjaan disain pun dilakukan sampai jam 1-2 pagi, dan beberapa kali mengambil jatah waktu bersama keluarga saat weekend.

Letihnya badan dan pikiran terbayar dengan komentar terakhir CEO: “Fantastic work, great job!”

Bagaimana bisa disain itu menjadi ‘Fantastic’?
Prosesnya bukan terjadi dalam semalam. Sebelum dia mendekati sempurna, banyak diskusi dan diskusi, sketsa, percobaan, dan diskusi, dan diskusi lagi yang terjadi.

Salah satu prinsip yang saya anut adalah ‘ngga ada disain’ yang sempurna.
Ngga penting sejelek apapun disain pertama Anda, selama Anda mau melakukan perbaikan terus menerus.
Ralat, bukan hanya perbaikan, tapi ‘perbaikan yang sempurna’.

‘Perbaikan yang sempurna’ diperlukan agar disainnya mendekati sempurna.

“Bukan latihan yang menjadikan Anda sempurna, tapi latihan yang sempurnalah yang menjadikan Anda sempurna.” -Harvey Mackay

Apa maksudnya ‘perbaikan yang sempurna’?
Seringkali orang merasa udah melakukan perbaikan, tapi hasilnya ngga seperti diharapkan.
Seribu kali perbaikan ngga akan berguna, jika cara Anda memperbaikinya ngga tepat. Anda hanya membuang-buang waktu.

Untuk kasus saya, setiap sesi dari diskusi selalu melibatkan papan tulis besar, kertas, lem, dan spidol.
Setiap ide direkam dan ‘ditantang’, serta dijaga agar diskusinya ngga ngelantur. Dengan cara itu, semua orang fokus pada solusi disain yang lebih baik.

Prinsip ini bisa diterapkan dalam hampir semua aspek kehidupan Anda.
Anda merasa kurang dalam keahlian menjual? So what? Ngga ada orang yang sempurna.
Tapi jangan berhenti disitu. Cari cara yang sempurna yang bisa menjadikan Anda lebih baik. Tanya, belajar, Google di internet, baca buku, ikut pelatihan.

Hasil disain Anda dinilai kurang oleh manager? So what? Ngga ada disain yang sempurna.
Tapi jangan behenti disitu. Cari cara yang sempurna yang bisa menjadikan disain Anda lebih baik.
Tanya, belajar, Google di internet, baca buku, ikut pelatihan.

Dengan mengikuti prinsip itu, Anda bukan saja membuat kemungkinan sukses Anda lebih besar, tapi hal itu juga akan membuat Anda lebih menghargai hasil kerja dan usaha orang lain, dan Anda akan membantu orang tersebut untuk menjadi lebih baik.

Bagaimana menurut Anda?

Salam Insan Super!
Borrys Hasian

Iklan

Diterbitkan oleh

Borrys Hasian

UX Designer. Simplicity. Improving people's lives, one interface at a time.

2 tanggapan untuk “Bukan Latihan Yang Menjadikan Anda Sempurna”

  1. Ngomong-ngomong soal desain memang ‘menyenangkan’. Membuat sesuatu yang tidak diketahui dan menjadikannya disukai banyak orang bukan hal yang mudah, pun bukan hal yang sulit jika dimulai dengan diskusi yang “enak”. Benar Om, kuncinya adalah latihan yang sempurna…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s