Cara Terbaik Untuk Berbicara Dengan Orang Stress

Ada yang bertanya “Bagaimana berbicara dengan orang stress?”
Saat saya tanya apa tujuannya, kawan itu menjawab “Untuk membantunya menghilangkan stress.”

Kebetulan saya sedang membaca bukunya John Gray yang berjudul “Men Are From Mars, Women are From Venus.”
Buku itu membicarakan tentang bagaimana memperbaiki komunikasi, dan menjabarkan tentang perbedaan cara komunikasi antara pria dan wanita.
Bicara tentang stress, atau cara menangani stress, masing-masing pria dan wanita memiliki cara yang berbeda.
Pria cenderung lebih suka ‘pergi ke gua’, menyendiri, sampai dia bisa menyelesaikan masalahnya sendiri. Sedangkan wanita lebih suka curhat kepada orang lain.
Dalam keadaan stress ini, ada satu kesamaan: masing-masing tidak suka jika diberi nasihat tanpa diminta.
Pria merasa dianggap tidak kompeten, dan wanita merasa tidak didengarkan. Jadi sebagai orang yang ingin berbicara dengan orang stress, hanya satu hal penting yang perlu Anda lakukan: mendengarkan.

Cara terbaik untuk berbicara dengan orang stress adalah dengan tidak berbicara, tapi mendengarkan.

Apa berarti Anda ngga bisa memberi masukan atau jalan keluar? Bisa. Tapi Anda harus menunggu saat yang tepat: saat Anda diminta untuk memberi masukan.
Bagaimana jika si orang stress ngga pernah meminta masukan dari Anda? Mungkin dengan hanya menjadi pendengar, Anda sudah membantu si orang stress meringankan beban pikiran, sehingga stressnya akan berkurang sedikit demi sedikit.
Jika tujuan Anda memang ingin membantunya menghilangkan stress, bukankah sedikit berkurangnya stress itu pertanda baik?

Bagaimana menurut Anda?

Salam Insan Super!
Borrys Hasian

Iklan

Diterbitkan oleh

Borrys Hasian

UX Designer. Simplicity. Improving people's lives, one interface at a time.

4 tanggapan untuk “Cara Terbaik Untuk Berbicara Dengan Orang Stress”

  1. Menurut saya kiat ini penuh prasangka. Bagaimana kita tahu seseorang itu “stres” kalau kita belum mendengarkan? Apakah adil/tepat menghakimi seseorang “stres” sebelum kita bahkan tahu masalahnya?:p

    Oya kata “stres” sendiri dalam Bahasa Indonesia sebenarnya berkonotasi negatif:
    stres /strés/ n Dok gangguan atau kekacauan mental dan emosional yg disebabkan oleh faktor luar; ketegangan
    http://bahasa.kemdiknas.go.id/kbbi/index.php

    1. Bisa jadi penuh prasangka, tapi kiat ini justru diawali dengan cara yang baik: dengan mendengarkan, ketimbang langsung menasihati dengan anggapan bahwa orang yang kita ajak bicara itu stress.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s