Menjadi Besar Dengan 9 Ciri Negatif Manusia Indonesia

Kira-kira minggu lalu, kawan saya Dedy Lamsari mengupdate status Facebooknya tentang buku 9 ciri negatif manusia Indonesia.
Hal ini menarik, karena meskipun saya sendiri adalah manusia Indonesia, bisa jadi saya kesulitan bila ditanya “Apa ciri manusia Indonesia?”

Menurut buku yang ditulis oleh seorang Arkeolog UI-Dr.Ali Akbar, 9 ciri negatif manusia Indonesia adalah: Malas, Tidak Disiplin, Korup, Emosional, Individualis, Suka Meniru, Rendah diri, Boros, dan Percaya takhayul.

Bagaimana reaksi Anda membaca hasil penelitian Dr.Ali Akbar itu?
Beberapa merasa tersinggung dan bertahan – suatu reaksi normal jika seseorang ‘diserang’, atau Anda meng-iya-kan hasil tersebut dan berpikir ‘Bagaimana Indonesia bisa maju kalo gitu ya?’

Saya lebih tertarik membahas reaksi yang terakhir: ‘Bagaimana Indonesia bisa maju kalo gitu ya?’
Menurut saya, meng-iya-kan hasil tersebut adalah langkah pertama yang sempurna menuju kemajuan. Kenapa?
Karena jika Anda ingin memperbaiki diri, langkah pertama yang bisa dan harus Anda lakukan adalah mengakui bahwa Anda memang memiliki kekurangan.
Sekarang, sebagai manusia Indonesia, kita mengetahui kekurangan kita, atau kecenderungan negatif yang bisa muncul. Pertanyaannya sekarang adalah: ‘Bagaimana agar hal negatif itu bisa diubah menjadi sesuatu yang positif?’

“Kekuatan kita tumbuh dari kelemahan-kelemahan kita.” -Ralph Waldo Emerson

Coba kita liat satu-persatu ciri negatif manusia Indonesia tersebut, dan kemungkinan mengubahnya menjadi sesuatu yang positif.

Malas
Jika bicara malas, saya jadi ingat cerita tentang penemuan mesin pemotong roti. Sebelum Otto Frederick Rohwedder menemukan mesin pemotong roti, roti-roti itu dijual dalam potongan besar, dan orang harus memotong rotinya sendiri.
Otto Frederick Rohwedder ini merasa malas untuk memotong roti, dan dia berpikir bagaimana agar dia tidak perlu repot-repot memotong roti. Akhirnya dia menemukan mesin pemotong roti yang revolusioner.
Jadi rasa malas bisa diarahkan untuk menemukan suatu metode yang lebih efektif dan efisien.

Tidak disiplin
Bicara tentang ketidak-disiplinan, banyak orang-orang yang membuat sejarah, adalah mereka yang keluar dari aturan- atau dikatakan tidak disiplin dalam pandangan orang biasa.
Orang-orang seperti Albert Einstein, Thomas Edison, dan Pablo Picass, adalah orang-orang yang tidak terikat aturan, dan mereka mengubah dunia.
Ada baiknya menjadi orang yang tidak disiplin: pikiran Anda menjadi lebih lepas, suatu hal yang penting untuk berpikir kreatif.

Korup
Salah satu definisi korup dari Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah ‘Suka memakai barang (uang) yg dipercayakan kepadanya; dapat disogok.
Cara terbaik untuk mengubah kecenderung korup ini menjadi hal positif, adalah dengan menyadarinya saat dorongan untuk korup muncul. Setelah menyadarinya, ini hal terberat yang harus dilakukan: menahan dorongan tersebut.

Emosional
Para kriminal yang bisa melakukan kejahatan terburuk, dikatakan tidak punya hati, karena mereka tidak punya sisi emosional yang bisa membantu mereka untuk memiliki empati, merasakan kesakitan atau penderitaan orang lain.
Sama dengan hal lainnya di dunia, yang jika berlebihan bisa membawa akibat buruk, emosional yang berlebihan itu buruk, tapi jika emosi itu tidak berlebihan, justru dia baik untuk suatu hubungan antar manusia yang penuh empati.

Individualis
Kecenderungan individualis baik jika Anda berbicara mengenai pencapaian pribadi. Anda akan berusaha mencapai sesuatu yang lebih baik dan optimal untuk kepuasaan diri Anda sebagai seorang Individu.
Anda bebas melakukan apa saja, hanya satu hal kecil yang harus Anda ingat: jangan sampai apa yang Anda lakukan merugikan orang lain.

Suka Meniru
Tiru, samai, kemudian lebihi. Nasihat itu yang pernah saya baca di salah satu buku mengenai kreativitas.
Salah satu persepsi yang kurang tepat mengenai kreativitas adalah hal itu harus sesuatu yang baru.
Serius, benda apa yang benar-benar baru di dunia ini?
Hampir semua benda di dunia ini adalah hasil adaptasi, modifikasi, atau kombinasi dari benda-benda yang sudah ada sebelumnya.
iPhone bukan perangkat mobile pertama, iPod juga bukan pemutar MP3 pertama di dunia. Tapi iPhone dan iPod adalah produk-produk yang dianggap mengubah dunia.
Yang dibutuhkan adalah teknik yang tepat agar kecenderungan sifat meniru ini bisa diubah menjadi sesuatu yang luar biasa.
Untuk sekarang, kita semua jadi sadar bahwa kecenderungan ‘Suka Meniru’ ini baik.

Rendah Diri
Rendah diri ini lebih baik dari kebalikannya: menganggap diri kita lebih baik dari sebenarnya.
Sikap ini penting untuk menjadi orang yang mau terus belajar, dan selalu memperbaiki diri.
Satu hal yang harus diingat: Kita selalu lebih baik dari perkiraan kita tentang diri kita sendiri.
Masing-masing pribadi adalah unik, memiliki kekuatan dan kelebihan.
Kawan saya, Masduki Asbari, menulis tentang ‘Fokus Pada Kekuatan, dan Siasati Kelemahan.
Ini cuplikan dari tulisannya:

“Setiap mahluk di bumi tanpa kecuali, diberikan kelebihan maupun kekurangan”. Kalau saja kita dapat mengembangkan kelebihan kita menjadi kekuatan dan memilih peran yang sesuai dengan kekuatan kita, maka kinerja masing masing orang akan menjadi hebat.” -Masduki Asbari

Jadi, jika Anda merasa rendah diri, bisa jadi Anda terlalu fokus pada kelemahan dan bukan kekuatan Anda.

Boros
Sama dengan sifat korup, Anda harus belajar untuk mengenali saat dorongan ini muncul. Boros adalah perbedaan antara ‘Apa yang saya butuhkan’ dan ‘Apa yang saya inginkan’.
Misal saat Anda melakukan shopping, salah satu triknya untuk meredam sifat boros, adalah dengan mengatakan ‘Tidak’, dan ambil 3-7 hari untuk memikirkannya. Jangan masuk ke dalam toko dan berbicara dengan pelayannya. Mereka sudah terlatih untuk membuat Anda terikat secara emosional, sehingga bagian logis dari otak Anda akan di ‘by-pass’, akhirnya Anda akan membeli barang yang tidak Anda butuhkan.

Percaya Takhayul
Takhayul, menurut definisi Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah ‘(sesuatu yg) hanya ada dalam khayal belaka’.
Kecenderungan kepada khayal ini bisa membawa efek yang baik pada kreativitas dan penemuan penting.
Khayal/imaginasi malah lebih penting dari pengetahuan, seperti yang dikatakan oleh Einstein:

“Karena pengetahuan hanya terbatas pada apa yang kita ketahui, sedangkan imaginasi mencakup seluruh dunia, dan segala hal yang akan kita ketaui dan mengerti.” -Einstein

Setelah menulis hal diatas, ternyata 9 ciri negatif manusia Indonesia ngga jelek-jelek amat, ya?
Malah banyak potensi besar yang bisa kita raih dengan memiliki 9 ciri negatif tersebut.

Bagaimana menurut Anda?

Salam Insan Super!
Borrys Hasian

Iklan

Diterbitkan oleh

Borrys Hasian

UX Designer. Simplicity. Improving people's lives, one interface at a time.

11 thoughts on “Menjadi Besar Dengan 9 Ciri Negatif Manusia Indonesia”

  1. Subhaanallah Sobat, tulisan yang inspiratif… seorang yang bijaksana adalah dia yang sangat paham pada kekurangannya dan cerdas mengoptimalkan kelebihannya. Semoga orang-orang seperti Bro Borrys makin banyak menghiasi tanah negeri tercinta Indonesia sehingga menjadi pantas negeri ini menyongsong kemajuan, wallahu a’lam

  2. Ummm….karena malas itu, makanya kita punya mie instan, bubur instan, mash potato instan, ijazah instan…hehehe. 😛 jadi inget, indomie itu produksi manufaktur mie instan terbesar DI DUNIA dengan penjualanan ke berbagai benua! 3 menit diseduh jadi, makanan favorit anak kuliah yang laper tengah malem habis ngerjain tugas dan males masak ato keluar cari makan. hehe. jadi, saya setujuuu!!! emang kemalasan bisa dimanfaatkan untuk membuat hal2 yang besar.

    1. Sebenernya saya malas me-reply comment ini, tapi… (hahaha, maaf, becanda Miri 🙂 )
      Bener, buat yang jeli, kelemahan/hal negatif bisa berubah jadi sesuatu yang luar biasa, kan?

  3. hehehe…menarik. tambahin satu lagi sifat orang indonesia bung borrys: berani mati. karena berani mati indonesia bisa merdeka. bedil dilawan bambu runcing. hehehe…beda sama malaysia dan singapura yang cari aman. maunya jadi sekutu inggris sampai mati. karena sifat berani mati juga banyak TKI yang bela2in pergi ke arab saudi, juga ke malaysia dan singapura. pergi jauh demi anak bini. termasuk yang nulis artikel ini. hehehe…

  4. Ane suka ide antum ttg mengubah hal negatif mjd positif.. Klo ane mah gampang2 aja sob hindari barang negatif ini yaitu: Bertemanlah,mendekatilah,menciumlah,mencarilah dgn SENGAJA lingkungan POSITIF.. byk kok di dunia maya n nyata 🙂 heehehehe afwan ya sob klo berlebihan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s