Mau Marah? Tarik Nafas Dan Tersenyum

Kemarin saya membentak anak saya, karena dia setengah berteriak menjawab omongan saya dari jauh. Sore harinya, untuk sebab yang lain, dia jatuh sakit. Seharian dia tidur, dan saya merasa sangat menyesal telah membentak dia. Istri saya mengingatkan bahwa kita harus ingat dengan siapa kita berhadapan. Anak kecil masih banyak belajar, dan tugas kita sebagai orangtua adalah untuk tidak letih memberi arahan dan peringatan agar dia bisa menjadi manusia yang lebih baik. Dan amarah tidak pernah menjadi guru yang baik.

Ada apa dengan amarah? Marah itu hal yang gampang sekali. Kenapa marah itu mudah, dan orang cenderung menyesal karena marah? Hal itu mudah, karena sisi emosional lebih dulu terpicu di otak saat kita menerima informasi dari luar. Ini semacam gerakan refleks, yang kalau dituruti, bakal membuat kita jadi orang yang meledak. Kenapa orang cenderung menyesal setelah marah? Karena sisi logika itu lebih lambat menerima informasi dibanding sisi emosional. Saat sisi emosional sudah terpicu, baru sisi logika selesai memproses informasi tersebut.
Bagaimana caranya membuat respon refleks dari sisi emosional bisa teredam? Caranya adalah dengan membuat gerakan sadar, yang membuat sisi logika memiliki waktu untuk memproses informasi yang datang. Ini salah satu contohnya: Saat ada sesuatu yang membuat anda akan marah, tarik nafas panjang, buang nafas, kemudian tersenyum yang lebar. Dengan membuat gerakan sadar, anda memberi waktu kepada sisi logika untuk memberi respon semacam “Oh, ini suatu hal yang saya tidak perlu marah. Ini bisa diselesaikan dengan cara yang baik dan lembut.” Dalam ajaran Islam, dinasihatkan untuk mengambil air wudhu saat marah. Keliatannya ini salah satu rahasia dibalik anjuran tersebut: untuk meredam sisi emosional yang cenderung refleks.

Saya baru memikirkan metode itu semalam, setelah berpikir tentang bentakan terhadap anak saya. Menyesal tidak ada gunanya, jika kita tidak mau memikirkan solusi yang lebih baik. Menjadi lebih baik harus diawali dengan niat yang baik, dijalankan dengan sepenuh hati, dan menggunakan metode yang benar.

Iklan

Diterbitkan oleh

Borrys Hasian

UX Designer. Simplicity. Improving people's lives, one interface at a time.

4 tanggapan untuk “Mau Marah? Tarik Nafas Dan Tersenyum”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s