Jangan Tuangkan Garam Sebelum Anda Mencoba Supnya

Anak-anak selalu punya cara untuk melakukan sesuatu dengan cara yang berbeda. Mereka selalu antusias dalam melakukan kegiatan yang sama berkali-kali. Apa yang membedakan anak-anak dan orang dewasa? Salah satu hal yang jelas, mereka selalu bertanya “Kenapa…?”

Dengan bertanya “Kenapa…?”, mereka selalu bisa melihat suatu hal dari sudut pandang yang lain. Ini merupakan salah satu hal penting dalam kreatifitas: melihat hal yang sama-sama dilihat oleh orang lain, tapi dengan sudut pandang yang berbeda. Orang dewasa, dengan berjalannya waktu, berhenti mempertanyakan asumsi karena hal itu identik dengan kebodohan atau perlawanan.

Thomas Alva Edison, penemu bola lampu dan 1.093 paten, mengundang calon pegawainya ke acara makan sup. Dia tidak pernah mengambil orang yang menuangkan garam/merica ke supnya sebelum orang tersebut mencoba sup. Dia tahu pentingnya orang yang selalu mempertanyakan asumsi. Mempertanyakan asumsi membuka pikiran dan kemungkinan. Kapan terakhir kali anda bertanya “Kenapa…?”

Dari Mana Ide-Ide Itu Datang?

Sulit membantah pernyataan bahwa ide-ide baru dapat membantu anda berhasil dalam bidang apapun di dunia ini. Dari mulai karyawan sampai ibu rumah tangga, ide-ide baru dapat membawa kesegaran dan banyak keuntungan.

Misal anda seorang karyawan. Anda menemukan ide yang dapat memotong biaya operasional sampai 30%. Suatu ide yang ngga pernah dipikirkan oleh karyawan-karyawan lain.
Anda seorang wirausaha, yang menemukan ide tentang cara menjual produk anda dengan cara yang unik, sehingga sekalipun persaingan di pasar anda sangat ketat, anda tetap bisa bertahan bahkan meraup keuntungan.
Anda seorang ibu rumah tangga, yang bisa menemukan ide untuk rekreasi keluarga tanpa mengeluarkan biaya yang tinggi. Ide rekreasi ini membuat keluarga anda tetap bisa relaks di akhir minggu setelah letih bekerja dan sekolah.

Yang jadi pertanyaan sekarang : “Dari mana ide-ide itu datang?”
Banyak orang merasa ngga kreatif, ngga punya ide, ngga bisa menghasilkan ide, dan akhirnya dirinya merasa jadi orang biasa-biasa aja, dan hanya bisa melihat orang lain mendapat pujian atas idenya yang kreatif.
Kurang tepat untuk mengatakan bahwa seseorang itu diberi bakat untuk kreatif, dan anda diberi nasib ngga kreatif. Mendapat ide-ide baru ini, lebih kepada penguasaan dan penggunaan teknik yang tepat, dan bukan tentang bakat atau nasib.

Perlu anda ketahui terlebih dahulu, bahwa ide baru itu hanyalah pencampuran dari ide-ide yang udah ada sebelumnya.
Setelah anda mengerti bahwa ide baru hanyalah pencampuran dari ide-ide yang udah ada sebelumnya, maka lebih mudah untuk mendapat ide-ide baru.

Saya mau menunjukkan anda satu teknik sederhana, yang bisa membuat anda mendapat ide-ide baru. Teknik ini dinamakan SKAMPER :

Berikut 3 langkah sederhana untuk menggunakannya : Lanjutkan membaca Dari Mana Ide-Ide Itu Datang?

Berikan Tock Untuk Pikiran Negatif


Beberapa hari lalu, saya membuat post tentang “Mantra Untuk Menjadi Kreatif”, dan sekarang saya akan menulis metode untuk mempersiapkan diri menjadi kreatif.

Salah satu metode bagus yang pernah saya pelajari, adalah metode ‘Tick-Tock’ dari Michael Michalko.

Manusia memiliki kebutuhan akan konsistensi, dan pengaruh dari manapun, baik dari luar atau dari dalam dirinya sendiri, bakal ditolak oleh suatu pikiran yang lebih dominan. Gampangnya, kalo anda didominasi pikiran negatif, ya semuanya bakal negatif.

“Orang pesimis (negatif) melihat kesulitan di setiap kesempatan, tapi orang optimis (positif) melihat kesempatan di setiap kesulitan.”-Winston Churchill-

Ada orang berkata “Hmm, bau masakan ikan asinnya sedap ya?”, anda tiba-tiba tersinggung karena menganggap orang tersebut menyindir bau badan anda. Ada orang berkata “Indah dan rapih sekali ya taman itu,” tiba-tiba anda marah karena menganggap orang tersebut menyindir halaman rumah anda yang ngga terawat.

Demikian juga kebalikannya, jika pikiran anda didominasi pikiran positif, seburuk apapun pengaruh, baik dari luar atau dari dalam diri anda sendiri, semuanya bakal terasa dan terlihat positif, anda selalu bisa melihat sisi baik dari sesuatu yang jelek atau buruk.

Jadi, kalo didominasi negatif, ya negatif, kalo didominasi positif, ya positif. Gampang bukan? Bagus kalo gampang, jadi anda bisa skip latihan dibawah ini. Kalo menurut anda susah, jangan patah semangat, dengan latihan yang teratur menggunakan metode tiga langkah dibawah ini, anda bisa menjadi dominan positif 🙂

Langkah Pertama, buat tabel Lanjutkan membaca Berikan Tock Untuk Pikiran Negatif

625 Ide Baru Dalam 10 Menit


“Mandek. Ngga ada ide.”

“Buntu. Ide dateng dong!”

Status temen di facebook menarik perhatian saya. Sambil menunggu kereta yang telat 15 menit, saya sambil berpikir : “Apa iya ide susah dicari?”

Jadi inget satu quote :

“Satu-satunya cara untuk menghasilkan ide bagus, adalah dengan menghasilkan banyak ide.”

Kuantitas dulu, kemudian diantara tumpukan ‘batu-batu’ ide tersebut, anda bisa jadi akan menemukan ‘berlian’ ide.

Nah sekarang pertanyaannya, bagaimana menghasilkan ide yang banyak? Lanjutkan membaca 625 Ide Baru Dalam 10 Menit

Mantra Untuk Menjadi Kreatif


Hampir semua orang setuju bahwa menjadi kreatif adalah salah satu kunci penting buat berhasil dimanapun : sekolah, bisnis, kantor. Dimanapun.
Tapi berapa banyak orang yang percaya bahwa dirinya ngga kreatif, dan ngga dilahirkan untuk menjadi kreatif? Apa anda sendiri percaya bahwa anda kreatif?

Di kantor tempat saya bekerja, saya terpilih masuk dalam ‘5 orang Tim Inovasi’. Tugas kami adalah menghasilkan ide-ide baru, inovasi-inovasi baru. Orang menganggap kami dilahirkan untuk menjadi kreatif. Suatu anggapan yang kurang tepat.
Berita baiknya adalah bahwa kreativitas itu bukan bawaan gen. Kreativitas itu bisa dilatih, asal anda melakukan latihan dan teknik yang tepat.

Gimana langkah awalnya untuk jadi kreatif? Saya punya satu mantra yang jika anda lakukan, maka anda dijalan yang benar menuju kreativitas. Mantra itu adalah : Lanjutkan membaca Mantra Untuk Menjadi Kreatif