Mudah Sekali Untuk Menjadi Yang Tergantikan

Mudah sekali untuk menjadi yang tergantikan. Seorang anak menjadi lebih dekat atau mengidolakan orang lain, karena ayahnya ‘tidak memiliki waktu’ bersamanya. Seorang istri/suami menjadi lebih dekat dan nyaman bersama orang lain, karena sang kekasih ‘tidak memiliki waktu’ bersamanya. Seorang karyawan mendapat penilaian buruk dan kehilangan kesempatan promosi karena ‘tidak memiliki waktu’ bersama koleganya. Dari sisi orang yang tergantikan, adil untuk berkata “Apa yang saya lakukan adalah untuk kamu. Semua kerja dan waktu 24 jam yang digunakan.” Sayangnya, seperti kebanyakan realitas hidup yang terasa tidak adil, hal itu tidak cukup. Kita harus ada untuk orang lain, bukan hanya dalam semangat, tapi juga secara fisik. Kita harus meluangkan waktu untuk bicara dengan anak kita. Kita harus meluangkan waktu untuk bicara dengan pasangan kita. Kita harus meluangkan waktu untuk bicara dengan kolega kita. Di dunia yang serba tidak adil ini, kerja keras atau melakukan sesuatu untuk orang lain saja tidak cukup. Kita harus ada secara fisik untuk orang lain supaya tidak menjadi yang tergantikan.

Iklan