Lebih Baik Diam

Ada dua saat yang berbahaya untuk kita banyak bicara: Saat senang, dan saat marah. Saat senang kita cenderung mengumbar janji. Saat marah, kita cenderung menyakiti orang lain.

Dengan janji, kita menyedot harapan dari orang lain. Kita bawa energi harapan ini bersama kita, dan idealnya, saat kita menepati janji, energi ini kita kembalikan kepada orang yang kita beri janji. Saat janji tidak ditepati, energi orang tersebut tidak seimbang, akhirnya muncul perasaan negatif karena janji yang tidak ditepati. Saat yang paling buruk untuk memberi janji adalah saat anda dalam keadaan senang. Lebih baik diam.

Saat marah, kebanyakan orang sudah tidak bisa berpikir lurus lagi. Dalam kondisi ekstrim, beberapa orang bahkan bisa sampai menyakiti fisik orang lain. Jangan menyambut undangan untuk berkata terlalu banyak saat marah. Dalam kondisi panas, layaknya api, cara yang terbaik adalah bertemu dengan air. Basuh tangan, mulut, hidung, lengan, muka, kepala, kuping, dan kaki anda. Lebih baik diam.

Jangan Hidup Dulu

Setiap menunggu train yang datang setiap 30 menit, saya biasanya iseng baca-baca berita di beberapa news portal Indonesia melalui handphone. Sekedar ingin tau apa yang sedang terjadi di tanah air, dan kadang-kadang juga bisa mengobati kangen, dengan hanya membaca berita mengenai Indonesia.

Kayanya sekitar minggu lalu, satu berita menarik perhatian saya, judulnya : “Untuk Sementara Jangan Makan Cabai Dulu.” Kalo ngga salah saya baca di mobile site-nya detikcom.
Berita tentang jangan makan cabai dulu, menarik perhatian saya karena buat saya, cabai itu udah kaya garam : makanan hambar tanpa cabai. Bahkan saya inget waktu saya masih SMP, saya membuat poster ukuran A4 yang bertuliskan : “Jangan Lupa Bikin Sambal”, dan saya tempel di dapur rumah, supaya tukang masak ngga pernah tertinggal satu haripun tanpa membuat sambal.

Setelah baca artikelnya lebih lanjut, ternyata perkataan ‘jangan makan cabai dulu’ itu adalah nasihat dari seorang Menteri. Alasannya, kalo masyarakat mengurangi atau ngga makan cabai, nanti restoran akan mengurangi pesanan cabai, dan mungkin harapannya harga cabai akan turun.

“Lebih baik tetap diam, dan lebih baik lagi jangan berpikir, jika anda ngga siap untuk beraksi.” -Annie Besant-

Entah itu ucapan becanda atau ngga, pastinya saya pribadi sebagai masyarakat, mengharapkan solusi yang lebih baik. Anda mungkin berkata : “Itu pendapat subjektif, anda mengganggap solusi itu ngga baik karena anda penggemar cabai.”
Betul, kebanyakan pendapat masyarakat itu subjektif, karena kebanyakan ungkapan spontan dari hati, dan sulit mengatur objektifitas dari ungkapan spontan.

Ada yang lebih buruk lagi akan terjadi, Lanjutkan membaca Jangan Hidup Dulu