Sulitnya Menahan Marah

Meledak untuk marah itu paling gampang dilakukan, tapi menahan untuk tidak marah, malah bisa tersenyum dan tetap berbicara dengan baik, itu sulitnya bukan main. Pikiran anda harus selalu selangkah didepan emosi. Salah satu caranya adalah ketika marah sudah di ubun-ubun, tarik nafas panjang dan paksa untuk tersenyum disaat Anda membuang nafas, dan mohon ampun kepada ALLAH di dalam hati. Ingat, yang paling hebat itu bukan orang yang selalu menang di setiap pertempuran. Yang paling hebat itu orang yang bisa menahan dirinya ketika ada kesempatan untuk marah.

Bukan Hanya Bahagia Membuat Anda Tersenyum, Tersenyum Juga Bisa Membuat Anda Bahagia

Emosi menular, dan seringkali kita terpengaruh dengan emosi yang ada disekitar kita. Contohnya bayi. Walaupun bayi belum bisa mengerti pembicaraan, tapi jika ada orang yang bicara dengan nada tinggi di dekat bayi, biasaya bayi ikut menangis. Mood terbentuk karena emosi, dan dia bisa bertahan sampai dua hari. Untuk membuat mood yang baik, kita memilih emosi yang baik. Salah satu cara untuk memilih emosi yang baik adalah melihat video yang membuat kita tersenyum. Jika otot wajah kita menunjukkan senyum, emosi kita akan menjadi bahagia. Otot wajah dan emosi saling terhubung. Jika anda tertarik membaca lebih lanjut tentang penelitian bahwa otot wajah dan emosi saling terhubung, silakan Google “The effects of BOTOX injections on emotional experience” oleh Joshua Davis.

Bicara tentang melihat video yang membuat kita tersenyum, saya terinspirasi oleh game dan acara TV kegemaran anak-anak saya: Little Bus Tayo. Lagunya pun membuat saya tersenyum.

Mau Marah? Tarik Nafas Dan Tersenyum

Kemarin saya membentak anak saya, karena dia setengah berteriak menjawab omongan saya dari jauh. Sore harinya, untuk sebab yang lain, dia jatuh sakit. Seharian dia tidur, dan saya merasa sangat menyesal telah membentak dia. Istri saya mengingatkan bahwa kita harus ingat dengan siapa kita berhadapan. Anak kecil masih banyak belajar, dan tugas kita sebagai orangtua adalah untuk tidak letih memberi arahan dan peringatan agar dia bisa menjadi manusia yang lebih baik. Dan amarah tidak pernah menjadi guru yang baik.

Ada apa dengan amarah? Marah itu hal yang gampang sekali. Kenapa marah itu mudah, dan orang cenderung menyesal karena marah? Hal itu mudah, karena sisi emosional lebih dulu terpicu di otak saat kita menerima informasi dari luar. Ini semacam gerakan refleks, yang kalau dituruti, bakal membuat kita jadi orang yang meledak. Kenapa orang cenderung menyesal setelah marah? Karena sisi logika itu lebih lambat menerima informasi dibanding sisi emosional. Saat sisi emosional sudah terpicu, baru sisi logika selesai memproses informasi tersebut.
Bagaimana caranya membuat respon refleks dari sisi emosional bisa teredam? Caranya adalah dengan membuat gerakan sadar, yang membuat sisi logika memiliki waktu untuk memproses informasi yang datang. Ini salah satu contohnya: Saat ada sesuatu yang membuat anda akan marah, tarik nafas panjang, buang nafas, kemudian tersenyum yang lebar. Dengan membuat gerakan sadar, anda memberi waktu kepada sisi logika untuk memberi respon semacam “Oh, ini suatu hal yang saya tidak perlu marah. Ini bisa diselesaikan dengan cara yang baik dan lembut.” Dalam ajaran Islam, dinasihatkan untuk mengambil air wudhu saat marah. Keliatannya ini salah satu rahasia dibalik anjuran tersebut: untuk meredam sisi emosional yang cenderung refleks.

Saya baru memikirkan metode itu semalam, setelah berpikir tentang bentakan terhadap anak saya. Menyesal tidak ada gunanya, jika kita tidak mau memikirkan solusi yang lebih baik. Menjadi lebih baik harus diawali dengan niat yang baik, dijalankan dengan sepenuh hati, dan menggunakan metode yang benar.

Tersenyumlah Saat Menuju Ke WC


Kalo anda bekerja di kantor dengan jumlah orang sekitar 1000-an, ditambah tekanan kerja yang tinggi, kira-kira seberapa sering Anda tersenyum pada setiap orang? Kalo saya, hampir setiap saat mencoba untuk tersenyum. Alasannya? Karena saya mencoba memberi energi positif buat otak yang udah ‘pusing’ dengan kerjaan kantor. Kalo bertemu 100 orang aja, saya dapat tambahan energi positif 100 kali. Tapi ternyata, bukan energi positif aja yang saya dapat. Ada yang lain.

Suatu hari, saya rapat sampai jam 18.30, padahal untuk pulang, saya biasanya bergantung pada mobil shuttle dari kantor ke stasion kereta api, dan mobil shuttle terakhir berangkat jam 18.30. Lanjutkan membaca Tersenyumlah Saat Menuju Ke WC