Malas (Bisa Jadi) Positif

Hari ini malasnya bukan main. Mungkin karena aura liburan tahun baru Cina udah menyebar, dan teman-teman kantor hampir semuanya udah pulang. Butuh tekad baja untuk tetap semangat di rapat-rapat, yang hampir ngga berhenti dari pagi sampai sore.

Malas identik dengan hal negatif, jadi sesuatu yang sebisa mungkin dihindari. Tapi malas itu bisa jadi positif juga loh. Banyak penemuan-penemuan penting  yang didasari oleh rasa malas. Contoh sederhana yang baru kepikiran adalah roda dan sepeda. Penemunya malas jalan, dan mencoba mencari cara untuk  melakukan sesuatu dengan lebih mudah. Efek malas itu bagus juga, karena kita jadi cenderung berpikir sederhana, ngga ngejlimet.

Sekarang waktunya pulang dulu ah. Bener-bener long weekend di Singapore. Hari Senin dan Selasa juga libur menyambut tahun baru Cina. Gong xi fa cai!

Sulitnya Menahan Marah

Meledak untuk marah itu paling gampang dilakukan, tapi menahan untuk tidak marah, malah bisa tersenyum dan tetap berbicara dengan baik, itu sulitnya bukan main. Pikiran anda harus selalu selangkah didepan emosi. Salah satu caranya adalah ketika marah sudah di ubun-ubun, tarik nafas panjang dan paksa untuk tersenyum disaat Anda membuang nafas, dan mohon ampun kepada ALLAH di dalam hati. Ingat, yang paling hebat itu bukan orang yang selalu menang di setiap pertempuran. Yang paling hebat itu orang yang bisa menahan dirinya ketika ada kesempatan untuk marah.

Bukan Putus Asa

Jika Anda memiliki tujuan/mimpi, dan anda berusaha dengan segala cara (yang baik tentunya) untuk meraihnya, beberapa orang pesimis akan mengatakan Anda seorang yang putus asa, seperti ngga ada hal lain yang bisa diraih. Ngga masalah Anda terlihat seperti orang yang putus asa, mencoba terus menerus untuk meraih tujuan/mimpi Anda. Dalam prosesnya, Anda akan belajar banyak, terutama tentang bagaimana memperbaiki diri Anda untuk bisa meraih tujuan/mimpi tersebut. Jangan terlalu pusing dengan sebutan ‘orang putus asa’, karena kegigihan dan pencapaian tujuan/mimpi Anda, akan berbicara lebih kuat dari omongan atau anggapan orang tentang Anda.

Membantu Anak Agar Dapat Berbakti

20121119-234227.jpg

Anjuran Rasulullah SAW: “Hormatilah anak-anakmu dan didiklah mereka. Allah memberi rahmat kepada seseorang yang membantu anaknya sehingga sang anak dapat berbakti kepadanya.”

Sahabat Nabi bertanya: “Bagaimana cara membantunya?”

“Menerima usahanya walaupun kecil, memaafkan kekeliruannya, tidak membebaninya dengan beban yang berat, dan tidak pula memakinya dengan makian yang melukai hatinya,” jawab Nabi SAW.

– dikutip dari Lentera Hati karya M. Quraish Shihab.

Siramlah Api Kemarahan Dengan Ingatan Baik

Pesan dari Om Mario Teguh:

Engkau sering mengatakan cinta dan kebesarannya, tapi sering juga bertengkar mengenai hal-hal yang kecil. Jika engkau mencintainya, engkau tak mungkin mampu marah sekejam itu, dan berbicara sekasar itu.

Maka siramlah api kemarahanmu kepadanya dengan ingatan baik dari yang dilakukannya di dalam cintanya kepadamu.

Jika cintamu kepadanya tidak untuk membahagiakannya, mengapakah engkau menginginkannya untuk bersamamu. Apakah kebaikan yang bisa diharapkan oleh orang yang mencintaimu?

Sesungguhnya, apakah untungnya mencintaimu?

Lebih Baik Diam

Ada dua saat yang berbahaya untuk kita banyak bicara: Saat senang, dan saat marah. Saat senang kita cenderung mengumbar janji. Saat marah, kita cenderung menyakiti orang lain.

Dengan janji, kita menyedot harapan dari orang lain. Kita bawa energi harapan ini bersama kita, dan idealnya, saat kita menepati janji, energi ini kita kembalikan kepada orang yang kita beri janji. Saat janji tidak ditepati, energi orang tersebut tidak seimbang, akhirnya muncul perasaan negatif karena janji yang tidak ditepati. Saat yang paling buruk untuk memberi janji adalah saat anda dalam keadaan senang. Lebih baik diam.

Saat marah, kebanyakan orang sudah tidak bisa berpikir lurus lagi. Dalam kondisi ekstrim, beberapa orang bahkan bisa sampai menyakiti fisik orang lain. Jangan menyambut undangan untuk berkata terlalu banyak saat marah. Dalam kondisi panas, layaknya api, cara yang terbaik adalah bertemu dengan air. Basuh tangan, mulut, hidung, lengan, muka, kepala, kuping, dan kaki anda. Lebih baik diam.

Mudah Sekali Untuk Menjadi Yang Tergantikan

Mudah sekali untuk menjadi yang tergantikan. Seorang anak menjadi lebih dekat atau mengidolakan orang lain, karena ayahnya ‘tidak memiliki waktu’ bersamanya. Seorang istri/suami menjadi lebih dekat dan nyaman bersama orang lain, karena sang kekasih ‘tidak memiliki waktu’ bersamanya. Seorang karyawan mendapat penilaian buruk dan kehilangan kesempatan promosi karena ‘tidak memiliki waktu’ bersama koleganya. Dari sisi orang yang tergantikan, adil untuk berkata “Apa yang saya lakukan adalah untuk kamu. Semua kerja dan waktu 24 jam yang digunakan.” Sayangnya, seperti kebanyakan realitas hidup yang terasa tidak adil, hal itu tidak cukup. Kita harus ada untuk orang lain, bukan hanya dalam semangat, tapi juga secara fisik. Kita harus meluangkan waktu untuk bicara dengan anak kita. Kita harus meluangkan waktu untuk bicara dengan pasangan kita. Kita harus meluangkan waktu untuk bicara dengan kolega kita. Di dunia yang serba tidak adil ini, kerja keras atau melakukan sesuatu untuk orang lain saja tidak cukup. Kita harus ada secara fisik untuk orang lain supaya tidak menjadi yang tergantikan.